KRISTEN

Posted: 18 November 2011 in Serba Serbi

Agama Kristen adalah sebuah kepercayaan yang berdasar pada ajaran, hidup, sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus Kristus atau Isa Almasih. Agama ini meyakini Yesus Kristus adalah Tuhan dan Mesias, juru selamat bagi seluruh umat manusia, yang menebus manusia dari dosa. Mereka beribadah di gereja dan Kitab Suci mereka adalah Alkitab. Murid-murid Yesus Kristus pertama kali dipanggil Kristen di Antiokia (Kisah Para Rasul 11:26).

Agama Kristen termasuk salah satu dari agama Abrahamik yang berdasarkan hidup, ajaran, kematian dengan penyaliban, kebangkitan, dan kenaikan Yesus dari Nazaret ke surga, sebagaimana dijelaskan dalam Perjanjian Baru, umat Kristen meyakini bahwa Yesus adalah Mesias yang dinubuatkan dalam dari Perjanjian Lama (atau Kitab suci Yahudi). Kekristenan adalah monoteisme, yang percaya akan tiga pribadi (secara teknis dalam bahasa Yunani hypostasis) Tuhan atau Tritunggal. Tritunggal dipertegas pertama kali pada Konsili Nicea Pertama (325) yang dihimpun oleh Kaisar Romawi Konstantin I.

Kata Kristen sendiri memiliki arti “pengikut Kristus atau “pengikut Yesus”.

Pemeluk agama Kristen mengimani bahwa Yesus Kristus atau Isa Almasih adalah Tuhan dan Juru Selamat, dan memegang ajaran yang disampaikan Yesus Kristus. Dalam kepercayaan Kristen, Yesus Kristus adalah pendiri jemaat (gereja) dan kepemimpinan gereja yang abadi (Injil Matius 18: 18-19)

Umat Kristen juga percaya bahwa Yesus Kristus akan datang pada kedua kalinya sebagai Raja dan Hakim akan dunia ini. Sebagaimana agama Yahudi, mereka menjunjung ajaran moral yang tertulis dalam Sepuluh Perintah Tuhan.

Murid-murid Yesus Kristus untuk pertama kalinya disebut Kristen ketika mereka berkumpul di Antiokia (Kisah Para Rasul 11: 26c)

 

Iklan

SIAPAKAH AKU…!?

Posted: 16 November 2011 in Uncategorized

Di dalam sejarah manusia, ==TIDAK ADA== manusia yang pernah MENGAKU dirinya sebagai TUHAN dan yang j…uga MEMPUNYAI KEMAMPUAN dan KUASA TUHAN…

Para nabi dari berbagai agama TIDAK ADA PERNAH MENGAKU dan MENYATAKAN bahwa ia atau mereka ==ADALAH SATU dengan TUHAN== seperti yang DI-AKU-I dan DINYATAKAN oleh YESUS dengan MULUT-NYA SENDIRI…

Siapakah Yesus Kristus yang SEBENARNYA..?

 

SIAPAKAH AKU…!?

 

 

 

 

Sahabat…..

Akankah kita dapat MENJAWABNYA…!?

PERHATIKANLAH ini BAIK-BAIK…!!

 

 

Kata Yesus:

~AKULAH JALAN dan KEBENARAN dan HIDUP~

 

TIDAK ADA SEORANGPUN yang DATANG kepada BAPA, kalau tidak melalui AKU.

 

 

 

KE-AKU-AN…

Dengan MULUTNYA SENDIRI…! MENGAKU…!

PENGAKUAN YANG MENYATAKAN>>>>>

Siapa AKU YANG SEBENARNYA….!!

 

 

 

Adakah diantara saudara YANG BERANI dan SANGGUP MENYATAKAN PENGAKUAN INI….!!!

Silahkan…! lakukanlah penghujatan dan penghinaan terhadap ALLAH yang HIDUP itu..!^^

Saya yang hanyalah manusia biasa akan menyatakan dengan mulut saya sendiri NGGA AKAN berkata aku TETAPI mengatakan:

SESUNGGUHNYA…!!

DEMI ALLAH YANG HIDUP ataupun ALLAH BERFIRMAN…!

HANYA ALLAH SAJALAH JALAN ITU…!

HANYA ALLAH SAJALAH KEBENARAN dan HIDUP…!

 

 

 

PERNYATAAN ini HANYA DAPAT DIKATAKAN OLEH WEWENANG ALLAH…!!

TAK DAPAT DISANGKAL LAGI…!!

Tetapi

SIAPAKAH AKU…!?

 

 

 

Sahabat…

Manusia yang pernah hidup manakah yang didunia ini…!?

Nabi mana yang pernah saya dengar dan ketahui …!?

Manusia yang dikatakan HANYA UTUSAN sekalipun… ataupun Manusia CIPTAAN sekalipun…!!

YANG SANGGUP dan BERANI MENYATAKAN!!! dengan MENGATAKAN..:

 

~AKU~

 

AKU…. AKU…. AKU…. dan terus AKU~

 

~Yohanes 14:6-7~

 

Kata Yesus:

~AKULAH JALAN dan KEBENARAN dan HIDUP~

TIDAK ADA SEORANGPUN yang DATANG kepada BAPA, kalau tidak melalui AKU.

Sekiranya kamu MENGENAL AKU, pasti kamu juga MENGENAL BAPA-KU.

Sekarang ini kamu MENGENAL DIA dan kamu TELAH MELIHAT DIA.!!

 

 

Lalu

Siapakah AKU…!?

Adakah yang bisa MENJAWABNYA…!?

 

Sebuah KLAIM yang MENYATAKAN BAHWA AKU ini ADALAH KEBENARAN YANG SEBENAR-BENARNYA YANG TAK DAPAT DISANGKAL LAGI……..!!

 

 

~Yohanes 1:1-3, 14~

1:1 Pada mulanya adalah Firman;

Firman itu BERSAMA-SAMA dengan Allah

dan

 

~FIRMAN itu ADALAH ALLAH.

 

1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.

 

1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

 

1:14 Firman itu TELAH MENJADI Manusia.

 

 

Dan tentulah ada

~ALASAN yang SANGAT KUAT~

kenapa ALLAH yang aku kenal ini mau rela berkorban menjadi Manusia…
Hal ini dapat DIBUKTIKAN bahwa di masa hidupnya, Yesus MELAKUKAN sesuatu yang
HANYA DAPAT DILAKUKAN oleh TUHAN…

Dan inilah PERNYATAAN tentang DIA itu..:

1) Yesus MENGAMPUNI dosa manusia, seperti yang ditunjukkan dalam cerita penyembuhan orang
yang lumpuh (Markus 2:1-12)

Yesus MENYATAKAN diriNya MAMPU MENGAMPUNI DOSA…!!!

~Markus 2:1-12~

2:1 Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah.

2:2 Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintupun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka,

2:3 ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang.

2:4 Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring.

2:5 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, DOSAMU SUDAH DIAMPUNI!”

2:6 Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya:

2:7 “Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?”

2:8 Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu?

2:9 Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan?

2:10 Tetapi SUPAYA kamu TAHU, bahwa di dunia ini Anak Manusia ~BERKUASA MENGAMPUNI DOSA~” –berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu–:

2:11 “Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”

2:12 Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga MEREKA SEMUA TAKJUB lalu memuliakan Allah, katanya: “YANG BEGINI BELUM PERNAH KITA LIHAT.”

Dan
INILAH Yesus itu…:

~Markus 2:5~
Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu:
“Hai anak-Ku, DOSAMU SUDAH DIAMPUNI!”

dan lihat en baca juga ya :
~Lukas 7:48-50~
7:48 Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: “DOSAMU TELAH DIAMPUNI.”
7:49 Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: “SIAPAKAH IA INI, SEHINGGA IA DAPAT MENGAMPUNI DOSA?”

7:50 Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: “IMANMU TELAH MENYELAMATKAN engkau, pergilah dengan SELAMAT!”

“Hai anak-Ku, DOSAMU SUDAH DIAMPUNI!”

Menurut kaum Yahudi,
===Hal ini HANYA DAPAT DILAKUKAN ALLAH SAJA…!!

~Yesaya 43:25~
AKU, AKULAH DIA yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena AKU sendiri, dan AKU tidak mengingat-ingat dosamu.

===Membatasi ~HAK ISTIMEWA~ ini kepada ALLAH saja..!!

Para Ahli Taurat bertanya.;
“Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat ALLAH. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada ALLAH sendiri?”

Yesus kemudian bertanya.;
Manakah lebih mudah,
Mengatakan kepada orang lumpuh ini:
DOSAMU SUDAH DIAMPUNI,
atau mengatakan:
BANGUNLAH, ANGKATLAH TILAMMU dan BERJALAN?

Haahhhhh..!!!
~Pertanyaan yang TIDAK DAPAT DIJAWAB…!!!~
Oleh Para Ahli Taurat atau manusia manapun dan siapapun..!!!!

Tetapi
MENGATAKAN dengan TINDAKAN yang NYATA,;
TENTU MEMBUTUHKAN suatu KUASA ILAHI..!

“DOSAMU DIAMPUNKAN”
Dan Yesus tetap menyembuhkan penyakit yang lumpuh itu supaya orang TAHU bahwa IA MEMPUNYAI WEWENANG untuk menangani penyebabnya…!!

Karena itu TINDAKAN Yesus ini DITUDUH MENGHUJAT oleh Para Pemimpin agama dan Ahli Taurat…

Tak seorangpun.!!
Dapat mengampunkan dosa kecuali DIA terhadap siapa semua orang telah berdosa..!

===Bila Yesus MENGAMPUNKAN DOSA, seperti yang memang DILAKUKANNYA…
Dia tak menjalankan HAK ISTIMEWA seorang manusia…
karena,
Tak seorang pun..!! melainkan HANYA ALLAH sajalah yang DAPAT MENGAMPUNKAN DOSA..!
Maka,
Dengan TERANG DIBUKTIKAN bahwa Yesus,
karena Dia MENGAMPUNKAN dosa; ADALAH ALLAH….

Kisah KESAKSIAN tentang Pengampunan Yesus ini MEMBUKTIKAN kepada orang2 yang menanyakan KEILAHIAN-NYA..:

Tetapi SUPAYA kamu TAHU, bahwa di dunia ini Anak Manusia ~BERKUASA MENGAMPUNI DOSA~” –berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu–:

“Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”

Dan orang itupun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga MEREKA SEMUA TAKJUB lalu memuliakan Allah, katanya: “YANG BEGINI BELUM PERNAH KITA LIHAT.”

 

 

 
2) Dia juga memberikan PENEGUHAN bahwa Yesus dan
Allah ADALAH SATU (Yoh 10:30) SATU KESATUAN YANG ESA…!

Apa kata Alkitab mengenai Dia?

Pertama-tama, mari kita lihat kata-kata TUHAN Yesus dalam Yohanes 10:30;
“Aku dan BAPA ADALAH SATU.”

Sekilas,
ini kelihatannya bukan merupakan sebuah klaim bahwa Dia adalah ALLAH.
Namun
kalau dilihat dari reaksi orang-orang Yahudi terhadap PERNYATAAN ini.:
“Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat ALLAH dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-MU dengan ALLAH.” (Yohanes 10:33).

Orang-orang Yahudi mengerti PERNYATAAN Yesus sebagai sebuah klaim bahwa Dia ADALAH ALLAH.

Dalam ayat-ayat berikutnya Yesus TIDAK PERNAH MENGOREKSI orang-orang Yahudi dengan mengatakan, “Saya tidak mengaku diri sebagai ALLAH.”

Hal ini MENUNJUKKAN bahwa Yesus benar mengatakan bahwa Dia ADALAH ALLAH dengan mengumumkan;
“AKU dan BAPA ADALAH SATU.” (Yohanes 10:30).

Yohanes 8:58 adalah contoh lainnya.
Yesus MEMPROKLAMIRKAN;
“Aku berkata kepadamu, SESUNGGUHNYA sebelum Abraham jadi, AKU TELAH ADA.”

Kembali orang-orang Yahudi berespon dengan mengambil batu dan berusaha melempari Yesus (Yohanes 8:59).

Yesus mengumumkan IDENTITASNYA dengan menggunakan “AKU ADALAH”
yang adalah merupakan PENERAPAN LANGSUNG dari Nama ALLAH dalam Perjanjian Lama (Keluaran 3:14).

Mengapa orang-orang Yahudi mau melempari Yesus dengan batu kalau bukan karena Dia mengatakan sesuatu yang mereka anggap menghujat ALLAH, yaitu dengan MENGAKU DIRI sebagai ALLAH..!!?

Yohanes 1:1 mengatakan;
“Firman itu ADALAH ALLAH.”

Yohanes 1:14 mengatakan;
“Firman itu TELAH MENJADI Manusia.”

Ini jelas..!!
MENGINDIKASIKAN bahwa Yesus adalah ALLAH dalam wujud manusia.

Thomas sang murid mengungkapkan pada Yesus;
“Ya TUHANKU dan ALLAHKU!” (Yohanes 20:28).
Yesus TIDAK MENGOREKSI dia

Rasul Paulus menggambarkan Dia sebagai;
“…ALLAH yang MAHABESAR dan Juruselamat kita Yesus Kristus” (Titus 2:13).

Rasul Petrus mengatakan hal yang sama;
“…Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.” (2 Petrus 1:1).

ALLAH BAPA adalah SAKSI dari IDENTITAS YESUS yang SEPENUHNYA,

Tetapi tentang Anak
IA berkata:
“Takhta-MU, ya ALLAH, TETAP untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-MU adalah tongkat KEBENARAN.”

Nubuat-nubuat mengenai Kristus dalam Perjanjian Lama MENYATAKAN KEILAHIAN-NYA;

“Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang Putera telah DIBERIKAN untuk kita;
lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang:
Penasihat Ajaib,
Allah yang Perkasa,
Bapa yang Kekal,
Raja Damai.”

Yesus DENGAN JELAS dan TAK DAPAT DISANGKALI
MENGAKUI DiriNYA sebagai ALLAH.

Mengapa pertanyaan mengenai IDENTITAS Yesus yang SEBENARNYA begitu penting?
Mengapa penting kalau Yesus itu ALLAH atau bukan?

Alasan yang paling penting bahwa Yesus HARUSLAH ALLAH adalah bahwa jikalau Dia bukan Allah, kematianNya tidaklah cukup untuk membayar hutang dosa SELURUH DUNIA(1 Yohanes 2:2)
~HUKUMAN atas dosa manusia- UPAH dosa adalah KEMATIAN KEKAL~

HANYA ALLAH yang dapat membayar hutang sebesar itu (Roma 5:8; 2 Korintus 5:21).

Yesus haruslah ALLAH sehingga Dia DAPAT MEMBAYAR HUTANG kita.
Yesus haruslah manusia supaya Dia bisa mati untuk MENGASIHI kita, MENEBUS kita, MENYELAMATKAN kita, MENYUCIKAN kita dari segala dan semua dosa kita agar kita bisa masuk sorga; tempat ALLAH BAPA MAHASUCI…!!!

KESELAMATAN hanya tersedia melalui iman di dalam YESUS KRISTUS!

KEILAHIAN YESUS adalah ALASAN mengapa Dia adalah SATU-SATUNYA JALAN KESELAMATAN.

KEILAHIAN YESUS adalah penyebab mengapa Dia mengumumkan;

“AKULAH JALAN dan KEBENARAN dan HIDUP.
TIDAK ADA seorangpun yang datang kepada BAPA, kalau tidak melalui AKU” (Yohanes 14:6)…

ALLAH MEMBERKATI KITA UNTUK DAPAT MENGENAL dan MEMAHAMINYA… Amin…

 

 

 

3) Yesus juga mengatakan bahwa segala kuasa di bumi dan di surga diberikan kepada-Nya (Mat 28:18)

Kesulitan bagi saudara adalah dalam memahami ajaran Kristen mengenai hubungan ALLAH dengan Jesus atau Isa Almasih. Saudara umumnya memandang Yesus itu hanya pada segi ke-manusiawian-nya saja, yaitu; sebagai seorang nabi utusan ALLAH. Sedangkan pengikut Kristus, atau tepatnya ajaran agama Kristen yang menjadi Iman Kristiani itu, adalah memandang Jesus –Isa Almasih- itu dari segi ke-Ilahi-anNya, yaitu penjelmaan Firman Allah yang selanjutnya disebut sebagai Anak Bapa yang Tunggal (ALLAH) menjadi Firman Hayat, Firman Allah yang Hidup di antara kita manusia menjadi TUHAN; yaitu membawa tugas dan karya ke-Tuhan-an Allah yang Roh dari Sorga sebagai Pengantara antara Allah dan manusia, sebagai Messias (Almasih). Karena berlainan dan berbeda pandangan inilah yang menyebabkan seakan-akan tidak bisa bertemu faham sependapat satu sama lain.

Kami pengikut Kristus membenarkan pendapat saudara, bahwa Jesus Isa Almasih –Firman Allah menjadi manusia- itu adalah sebagai manusia, nabi utusan Allah. Sebagai manusia ia mengalami perasaan lapar, butuh makan, merasakan haus membutuhkan minum, merasakan lelah, membutuhkan istirahat berbaring, tidur dan lain-lain sebagaimana lazimnya manusia biasa. Semua itu adalah merupakan Qudrat manusiawi. Di samping itu juga, Jesus merupakan Pembawa Karya dan Kuasa Allah, Qudrat Ilahi yang DIBUKTIKAN dengan berbagai mukjizat penyembuhan dari segala penyakit dan menghidupkan orang mati, ==Jawab Yesus: “Akulah KEBANGKITAN dan HIDUP; Barangsiapa PERCAYA kepadaKU, ia akan HIDUP walaupun ia sudah mati, (Yohanes 11:25) dan KEBANGKITAN-NYA SENDIRI dari antara orang mati.
Sebagai Qudrat Ilahi, Ia TIDAK TAKLUK kepada kuasa maut.

***** YESUS DIPERKENALKAN sebagai Oknum yang ADA DENGAN SENDIRINYA…

– Yohanes 1:1-3
1 PADA MULANYA adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
2 IA PADA MULANYA bersama-sama dengan Allah.
3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

– Yohanes 8:58
Kata Yesus kepada mereka: ”Aku berkata kepadamu, SESUNGGUHNYA sebelum Abraham jadi, AKU TELAH ADA.” – Wahyu 1:8 ”Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, YANG MAHAKUASA.” ====

***** YESUS dapat BERADA di mana-mana… ==TAK TERBATAS oleh ruang dan waktu…

– Matius 28:20
dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, AKU MENYERTAI kamu SENANTIASA SAMPAI kepada akhir zaman.”

– Matius 18:20
Sebab di mana dua atau tiga orang BERKUMPUL DALAM nama-Ku, di situ AKU ADA di tengah-tengah mereka.”
====

***** YESUS Maha TAHU…

– Yohanes 6:64
Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya.” Sebab Yesus TAHU DARI SEMULA,
siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia.

– Matius 17:22-23
Pada waktu Yesus dan murid-murid-Nya bersama-sama di Galilea, Ia berkata kepada mereka: ”Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia dan mereka akan membunuh Dia dan PADA HARI KETIGA Ia akan DIBANGKITKAN.” Maka hati murid-murid-Nya itu pun sedih sekali.
====

***** YESUS MAHAKUASA…

– Matius 8;26-27
Ia berkata kepada mereka: ”Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Lalu bangunlah Yesus MENGHARDIK angin dan danau itu, maka danau itu MENJADI TEDUH sekali.
Dan HERANLAH orang-orang itu, katanya: ”Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danau pun TAAT kepada-Nya?”

– Lukas 4:40-41
Ketika matahari terbenam, SEMUA ORANG membawa kepada-Nya ORANG-ORANG sakitnya, yang MENDERITA BERMACAM-MACAM penyakit.
Ia pun MELETAKKAN tangan-Nya atas mereka masing-masing dan MENYEMBUHKAN mereka.

Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: ”Engkau ADALAH Anak Allah.”
Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka TAHU bahwa Ia ADALAH Mesias.

– Lukas 7:14-15
Sambil menghampiri usungan (terdapat seorang muda yang MATI) itu Ia MENYENTUHNYA, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: ”Hai anak muda, Aku berkata kepadamu,
BANGKITLAH!” Maka BANGUNLAH orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.

– Wahyu 1:7-8
Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin.
”Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, YANG MAHAKUASA.”
====

***** YESUS MEMILIKI HIDUP KEKAL…

– Yohanes 1:4
Dalam Dia ada HIDUP dan HIDUP itu adalah terang manusia.

– 1 Yohanes 5:11-13, 20
Dan INILAH KESAKSIAN itu: Allah telah mengaruniakan HIDUP YANG KEKAL kepada kita dan HIDUP itu ADA DI DALAM Anak-Nya.

Barangsiapa MEMILIKI Anak, ia MEMILIKI HIDUP; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.

Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang PERCAYA kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu MEMILIKI HIDUP YANG KEKAL.

Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah TELAH DATANG dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita MENGENAL YANG BENAR;
dan kita ada di dalam Yang Benar, DI DALAM Anak-Nya Yesus Kristus. Dia ADALAH Allah yang BENAR dan HIDUP YANG KEKAL.
====

– Ibrani 1:8
Tetapi tentang Anak IA berkata:
”Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran.
====

Dari KESAKSIAN Firman ALLAH ini JELAS MEMPERKENALKAN Yesus Kristus sebagai ALLAH itu….!

Inilah dua macam Qudrat di dalam Diri dan Karya perbuatan
kuasa Jesus, yaitu Qudrat Allah dan Qudrat manusiawi, menurut ajaran Kristen. Apakah saudara dapat menerima pengajaran ini atau menolaknya, adalah masalah lain. Yang penting, biarlah supaya saudara MEMAHAMI ajaran Pengikut Kristus ini secara wajar saja, terlepas daripada soal percaya atau tidak percaya.

Semoga kita bersama dapat memahaminya. Terima kasih..

Siapakah Yesus..??
ALLAH yang datang BERKARYA MENGASIHI melalui manusia Jesus ini supaya manusia berdosa TIDAK BINASA oleh karena HUKUMAN atas dosanya, namun DISELAMATKAN dan beroleh HIDUP YANG KEKAL. Amin..

 

 

~Wahyu 1:8~
===”Aku adalah Alfa dan Omega, Firman Tuhan Allah, yang ADA dan yang SUDAH ADA dan yang AKAN DATANG, ==YANG MAHAKUASA.”==

Yaa.. Aku PERCAYA…
KESELAMATAN dan HIDUP YANG KEKAL HANYA ADA PADA YESUS KRISTUS yang adalah TUHAN PENYELAMATKU… Amin…

Oleh : Palupi Hari Sagapo Poetry

 

Bertrand Russell, seorang ateis, menulis dalam bukunya ”Mengapa Saya Bukan Seorang Kristen” bahwa kalau benar bahwa segala sesuatu perlu penyebab, maka Allah juga perlu ada penyebab. Dari sini dia menyimpulkan bahwa jika Allah perlu ada penyebab, maka Allah bukan Allah (dan jikalau Allah bukan Allah, maka berarti tidak ada Allah). Pada dasarnya ini hanyalah suatu bentuk yang sedikit lebih tinggi dari pertanyaan anak-anak, ”Siapa yang membuat Allah?” Bahkan anak kecilpun tahu bahwa apa yang ada tidak berasal dari yang tidak ada, jadi jikalau Allah adalah ”sesuatu” maka pasti ada yang menyebabkan Allah, begitu bukan?

Pertanyaan ini menjebak karena di dalamnya terselip asumsi yang salah bahwa Allah pasti berasal dari sesuatu dan kemudian bertanya dari mana datangnya Allah. jawabannya adalah bahwa pertanyaan seperti itu sama sekali tidak masuk akal. Pertanyaan seperti itu sama dengan mempertanyakan, ”Bagaimana bau warna biru?” Biru bukan termasuk sesuatu yang punya bau, sehingga dengan demikian pertanyaan itu sendiri mengandung kesalahan. Demikian pula, Allah tidak termasuk dalam kategori sesuatu yang diciptakan atau yang memiliki asal usul. Allah tidak memiliki penyebab dan tidak diciptakan – Allah berada begitu saja.

Bagaimana kita mengetahui hal ini? Kita tahu bahwa dari tidak ada, tidak ada yang menjadi ada. Jadi kalau suatu saat, segala sesuatu betul-betul tidak ada, maka tidak ada sesuatu apapun yang akan menjadi ada. Tapi ternyata ada sesuatu yang berada. Karena tidak mungkin sama sekali tidak ada apa-apa, maka ada sesuatu yang harus selalu ada. Sesuatu yang selalu ada itu adalah yang kita sebut Allah.

Hal yang paling sulit dalam konsep Kristiani mengenai Tritunggal adalah tidak adanya penjelasan yang cukup untuk itu. Tritunggal adalah konsep yang tidak mungkin dapat dimengerti secara penuh oleh manusia apalagi untuk dijelaskan. Allah jauh lebih besar dan agung dari kita karena itu jangan berharap bahwa kita dapat memahami Dia secara penuh. Alkitab mengajarkan bahwa Bapa adalah Allah, Yesus adalah Allah, dan Roh Kudus adalah Allah. Alkitab juga mengajarkan bahwa hanya ada satu Allah. Meskipun kita memahami beberapa hal mengenai hubungan antar Pribadi dalam Tritunggal, pada akhirnya kita tetap tidak dapat mengerti secara keseluruhan. Namun demikian, tidak berarti bahwa Tritunggal tidak benar atau bukan berdasarkan ajaran Alkitab.

Ketika mempelajari topik ini kita perlu ingat bahwa kata “Tritunggal (Trinitas)” tidak digunakan dalam Alkitab. Istilah ini digunakan untuk menjelaskan ketritunggalan Allah, yaitu Allah yang terdiri dari tiga Pribadi yang berada bersama dalam kekekalan. Haruslah dimengerti bahwa ini TIDAK berarti ada tiga Allah. Tritunggal berarti satu Allah yang terdiri dari tiga Pribadi. Tidak ada salahnya menggunakan istilah Tritunggal atau Trinitas walaupun istilah ini tidak ditemukan dalam Alkitab. Lebih gampang mengucapkan “Tritunggal” atau “Trinitas” daripada mengatakan “Allah yang Esa yang terdiri dari tiga Pribadi yang berada bersama dalam kekekalan.” Jikalau Anda keberatan dengan ini, coba pertimbangkan: kata kakek juga tidak ada dalam Alkitab walaupun kita tahu bahwa dalam Alkitab ada banyak kakek. Abraham adalah kakek dari Yakub. Jadi jangan kandas pada istilah “Tritunggal” itu sendiri. Apa yang penting adalah bahwa konsep yang DIWAKILI oleh kata “Tritunggal” ada dalam Alkitab. Setelah pendahuluan ini, kita akan melihat ayat-ayat Alkitab yang mendiskusikan Tritunggal.

1) Allah itu Esa: Ulangan 6:4; 1 Korintus 8:4; Galatia 3:20; 1 Timotius 2:5

2) Tritunggal terdiri dari tiga Pribadi: Kejadian 1:1; 1:26; 3:22; 11:7; Yesaya 6:8; 48:16; 61:1; Matius 3:16-17; Matius 28:19; 2 Korintus 13:14. Untuk ayat-ayat dari Perjanjian Lama, pemahaman Bahasa Ibrani sangatlah menolong. Dalam Kejadian 1:1, kata “Elohim” adalah dalam bentuk jamak. Dalam Kejadian 1:26; 3:22; 11:7 dan Yesaya 6:8, kata jamak “kita” yang digunakan. Dalam Bahasa Inggris hanya ada dua bentuk kata, tunggal dan jamak. Dalam Bahasa Ibrani ada tiga macam bentuk kata: tunggal, dual dan jamak. Dual HANYA digunakan untuk dua. Dalam Bahasa Ibrani, bentuk dual digunakan untuk hal-hal yang berpasangan, seperti mata, telinga dan tangan. Kata “Elohim” dan kata ganti “kita” adalah dalam bentuk jamak- jelas lebih dari dua – dan menunjuk pada tiga atau lebih dari tiga (Bapa, Anak, Roh Kudus).

Dalam Yesaya 48:16 dan 61:1 sang Anak berbicara dan merujuk pada Bapa dan Roh Kudus. Bandingkan Yesaya 61:1 dengan Lukas 4:14-19 untuk melihat bahwa yang berbicara adalah Anak. Matius 3:16-17 menggambarkan peristiwa pembaptisan Yesus. Dalam peristiwa ini kelihatan bahwa Allah Roh Kudus turun ke atas Allah Anak sementara pada saat bersamaan Allah Bapa menyatakan bagaimana Dia berkenan dengan sang Anak. Matius 28:19 dan 2 Korintus 13:14 adalah contoh mengenai tiga Pribadi berbeda dalam Tritunggal.

3) Pribadi-Pribadi dalam Tritunggal dibedakan dari satu dengan yang lainnya dalam berbagai ayat. Dalam Perjanjian Lama, “TUHAN” berbeda dari “Tuhan” (Kejadian 19:24; Hosea 1:4). TUHAN memiliki “Anak” (Mazmur 2:7; 12; Amsal 30:2-4). Roh Kudus dibedakan dari “TUHAN” (Bilangan 27:18) dan dari “Allah” (Mazmur 51:12-14). Allah Anak dibedakan dari Allah Bapa (Mazmur 45:7-8; Ibrani 1:8-9). Dalam Perjanjian Baru, Yohanes 14:16-17, Yesus berbicara kepada Bapa tentang mengutus Sang Penolong, yaitu Roh Kudus. Hal ini menunjukkan bahwa Yesus tidak memandang diriNya sebagai Bapa atau Roh Kudus. Perhatikan pula saat-saat lain dalam kitab-kitab Injil ketika Yesus berbicara kepada Bapa. Apakah Dia berbicara kepada diri sendiri? Tidak. Dia berbicara kepada Pribadi lainnya dalam Tritunggal, – Sang Bapa.

4) Setiap Pribadi dalam Tritunggal adalah Allah. Bapa adalah Allah: Yohanes 6:27; Roma 1:7; 1 Petrus 1:2. Anak adalah Allah: Yohanes 1:1, 14; Roma 9:5; Kolose 2:9; Ibrani 1:8; Yohanes 5:20. Roh Kudus adalah Allah: Kisah Rasul 5:3-4; 1 Korintus 3:16 (Yang mendiami adalah Roh Kudus – Roma 8:9; Yohanes 14:16-17; Kisah Rasul 2:1-4).

5) Subordinasi dalam Tritunggal: Alkitab memperlihatkan bahwa Roh Kudus tunduk (subordinasi) kepada Bapa dan Anak, dan Anak tunduk (subordinasi) kepada Bapa. Ini adalah relasi internal dan tidak mengurangi atau membatalkan keillahian dari setiap Pribadi dalam Tritunggal. Ini mungkin adalah bagian dari Allah yang tidak terbatas yang tidak dapat dimengerti oleh pikiran kita yang terbatas. Mengenai Anak, lihat Lukas 22:42; Yohanes 5:36; Yohanes 20:21; 1 Yohanes 4:14. Mengenai Roh Kudus lihat Yohanes 14:16; 14:26; 15:26; 16:7, dan khususnya Yohanes 16:13-14.

6) Pekerjaan dari setiap Pribadi dalam Tritunggal: Bapa adalah Sumber utama atau Penyebab utama dari a) alam semesta (1 Korintus 8:6; Yohanes 1:3; Kolose 1:16-17); b) pewahyuan illahi (Yohanes 1:1; Matius 11:27; Yohanes 16:12-15; Wahyu 1:1); c) keselamatan (Yohanes 3:16-17); dan d) pekerjaan Yesus sebagai manusia (Yohanes 5:17; 14:10). Bapa MEMULAI semua ini.

Anak adalah agen yang melaluiNya Bapa melakukan karya-karya sbb: 1) penciptaan dan memelihara alam semesta (1 Korintus 8:6; Yohanes 1:3; Kolose 1:16-17); 2) pewahyuan illahi (Yohanes 1:1; Matius 11:27; Yohanes 16:12-15; Wahyu 1:1); 3) keselamatan (2 Korintus 5:19; Matius 1:21; Yohanes 4:42). Bapa melakukan semua ini melalui Anak yang berfungsi sebagai Agen Allah.

Roh Kudus adalah alat yang dipakai Bapa untuk melakukan karya-karya berikut ini: 1) penciptaan dan memelihara alam semesta (Kejadian 1:2; Ayub 26:13; Mazmur 104:30); 2) pewahyuan illahi (Yohanes 16:12-15; Efesus 3:5; 2 Petrus 1:21); dan 3) keselamatan (Yohanes 3:6; Titus 3:5; 1 Petrus 1:2); dan pekerjaan-pekerjaan Yesus (Yesaya 61:1; Kisah Rasul 10:38). Bapa melakukan semua ini dengan kuasa Roh Kudus.

Tidak ada ilustrasi-ilustrasi yang sering dipakai yang dapat dengan akurat menjelaskan Tritunggal. Telur (atau apel) tidak tepat karena kulit telur, putih telur dan kuning telur, semua adalah bagian dari telur dan bukan secara sendirinya telur. Bapa, Anak dan Roh Kudus bukanlah bagian dari Allah namun setiap mereka adalah Allah. Ilustrasi yang menggunakan air sedikit lebih bagus dalam menjelaskan Tritunggal, namun tetap tidak cukup. Cairan, uap dan es adalah bentuk-bentuk dari air. Bapa, Anak dan Roh Kudus bukanlah bentuk-bentuk dari Allah, setiap Pribadi itu adalah Allah. Dengan demikian, walaupun ilustrasi-ilustrasi ini memberi gambaran mengenai Tritunggal, gambaran yang diberikan tidak selalu akurat. Allah yang tidak terbatas tidak dapat digambarkan secara penuh dengan ilustrasi yang terbatas. Daripada menfokuskan diri pada Tritunggal, cobalah fokuskan diri pada kebesaran Allah dan bahwa Dia jauh lebih agung dari kita. “O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya?” (Roma 11:33-34).

Apakah Allah ada? Saya merasa tertarik melihat begitu banyak perhatian yang diberikan kepada perdebatan ini. Survei terbaru mengatakan 90% masyarakat dunia percaya akan keberadaan Allah atau kuasa lain semacamnya. Namun demikian, tanggung jawab untuk membuktikan keberadaan Tuhan dilemparkan pada orang-orang yang percaya bahwa Tuhan ada. Menurut saya seharusnya terbalik.

Namun demikian, keberadaan Allah tidak dapat dibuktikan atau disangkal. Alkitab bahkan mengatakan bahwa kita harus menerima keberadaan Allah dengan iman. “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia” (Ibrani 11:6). Jikalau Allah menghendaki, Dia bisa muncul begitu saja dan membuktikan pada seluruh dunia bahwa Dia ada. Namun jikalau Dia melakukan hal itu, tidak diperlukan iman. “Kata Yesus kepadanya: `Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya’” (Yohanes 20:29).

Tidak berarti bahwa tidak ada bukti keberadaan Allah. Alkitab menyatakan “Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya; hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam. Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar; tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi (Mazmur 19:1-4). Saat memandang bintang-bintang, kala memahami luasnya alam semesta, ketika mengamati keajaiban alam dan menikmati keindahan matahari terbenam – semua ini menunjuk pada Allah sang Pencipta. Jikalau semua ini masih tidak cukup, di dalam hati kita masih ada bukti keberadaan Allah. Pengkhotbah 3:11 memberitahu kita, “bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Jauh di dalam diri kita ada suatu pengenalan bahwa ada sesuatu yang melampaui hidup dan dunia ini. Kita dapat secara intelektual menolak pengenalan ini, namun kehadiran Allah di dalam diri kita dan melalui diri kita akan terus ada. Sekalipun demikian, Alkitab memperingatkan kita bahwa beberapa orang akan terus menyangkal keberadaan Allah, “Orang bebal berkata dalam hatinya: `Tidak ada Allah’.” (Mazmur 14:1). Karena lebih 98% orang-orang sepanjang sejarah, dalam semua kebudayaan dan peradaban, di semua benua, percaya akan adanya semacam Allah, pastilah ada sesuatu (atau seseorang) yang menyebabkan kepercayaan semacam ini.

Selain argumentasi Alkitab mengenai keberadaan Allah, ada pula argumentasi logis. Pertama-tama adalah argumentasi ontologis. Bentuk argumentasi ontologis yang paling populer pada dasarnya menggunakan konsep keTuhanan untuk membuktikan keberadaan Allah. Hal ini dimulai dengan mendefinisikan Allah sebagai, “sesuatu yang paling besar yang dapat dipikirkan.” Dikatakan bahwa ada itu lebih besar dari tidak ada; dan karena itu keberadaan yang paling besar haruslah ada. Kalau Allah tidak ada, maka Allah bukanlah keberadaan terbesar yang dapat dipikirkan – namun hal ini akan berlawanan dengan definisi mengenai Allah. Argumentasi ke dua adalah argumentasi teleologis. Argumentasi teleologis mengatakan karena alam semesta mempertunjukkan desain yang begitu luar biasa, pastilah ada seorang desainer Illahi. Contohnya, kalau saja bumi lebih dekat atau lebih jauh beberapa ratus mil dari matahari, bumi ini tidak akan mampu mendukung kehidupan seperti yang ada sekarang ini. Jikalau unsur-unsur alam di atmosfir kita berbeda beberapa persen saja dari apa yang ada, semua mahluk hidup di atas bumi ini akan binasa. Kemungkinan untuk sebuah molekul protein terbentuk secara kebetulan adalah 1:10243 (yaitu angka 10 yang diikuti oleh 243 angka nol). Sebuah sel terdiri dari jutaan molekul protein.

Argumentasi logis ketiga mengenai keberadaan Allah disebut argumentasi kosmologis. Setiap akibat pasti ada penyebabnya. Alam semesta dan segala isinya adalah akibat atau hasil. Pastilah ada sesuatu yang mengakibatkan segalanya ada. Pada akhirnya, haruslah ada sesuatu yang “tidak disebabkan” yang mengakibatkan segala sesuatu ada. Sesuatu yang “tidak disebabkan” itu adalah Allah. Argumentasi keempat dikenal sebagai argumentasi moral. Setiap kebudayaan dalam sejarah selalu memiliki sejenis hukum/peraturan. Setiap orang memiliki perasaan benar dan salah. Pembunuhan, berbohong, mencuri dan imoralitas hampir selalu ditolak secara universal. Dari manakah datangnya perasaan benar dan salah ini kalau bukan dari Allah yang suci?

Sekalipun demikian, Alkitab memberitahu kita bahwa orang-orang akan menolak pengetahuan yang jelas dan tak dapat disangkal mengenai Allah, dan percaya kepada kebohongan. Roma 1:25 berseru, “Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin.” Alkitab juga memproklamirkan bahwa manusia tidak dapat berdalih untuk tidak percaya kepada Allah, “Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih” (Roma 1:20).

Orang-orang menolak untuk percaya kepada Tuhan karena “tidak ilmiah” atau “karena tidak ada bukti.” Alasan sebenarnya adalah begitu orang mengaku bahwa Allah itu ada, orang sadar bahwa mereka harus bertanggung jawab untuk segala sesuatu yang dilakukan. Kalau Allah tidak ada, maka kita bisa melakukan apa saja yang kita inginkan tanpa takut kepada Tuhan yang akan menghakimi kita. Saya percaya inilah sebabnya mengapa begitu banyak orang dalam masyarakat kita yang berpegang teguh pada evolusi, yaitu untuk memberi orang-orang alternatif untuk tidak percaya kepada Allah sang Pencipta. Allah ada dan pada akhirnya setiap orang tahu bahwa Allah ada. Bahkan fakta bahwa ada orang yang begitu sengitnya berusaha menolak keberadaan Allah pada dasarnya adalah merupakan bukti keberadaanNya.

Izinkan saya untuk memberikan argumentasi terakhir mengenai keberadaan Allah. Bagaimana saya bisa tahu bahwa Allah ada? Saya tahu Allah ada karena saya berbicara kepadaNya setiap hari. Saya tidak mendengar suaraNya berbicara kepada saya, namun saya merasakan kehadiranNya, saya merasakan pimpinanNya, saya mengenal kasihNya, saya merindukan anugerahNya. Banyak hal yang terjadi dalam hidup saya tidak dapat dijelaskan selain dari Tuhan. Dengan cara yang begitu ajaib Dia menyelamatkan saya dan mengubah hidup saya sehingga mau tidak mau saya harus mengakui dan mensyukuri keberadaanNya. Tidak ada satupun argumentasi ini yang secara sendirinya dapat meyakinkan seseorang yang terus menolak mengakui sesuatu yang sudah begitu jelas. Pada akhirnya, keberadaan Allah harus diterima melalui iman (Ibrani 11:6). Iman kepada Tuhan bukanlah iman yang buta, namun adalah melangkah dengan aman ke dalam ruangan yang terang di mana 90% orang sudah menanti.

 

“Kitab Hukum Musa”

Posted: 16 November 2011 in Alkitab

Kitab Taurat pada umumnya disebut “Kitab Hukum Musa”
tetapi sebenarnya yang lebih tepat adalah kitab hukum
Tuhan. Jika Musa adalah penulis satu-satunya dan pemikir
asli sistem agama dan masyarakat pada waktu itu (belum
lagi menyebutkan beberapa wahyu tentang karya kreatif dan
penebusan yang Tuhan lakukan), maka Musa adalah seorang
yang abadi: seorang manusia biasa tidak akan mampu membuat
satu karya seperti itu. Sebagai perbandingan, perhatikan
dokumen agama berikut ini:

1. Zend-Avesta, oleh Zoroaster, kira-kira 1200 SM, buku
suci orang Media dan Persia untuk menghidupkan kembali
agama kuno orang Majus.

2. Empat Weda, empat buku suci orang-orang Hindu, atau
Manawa Dharma Sastra, yang ditulis oleh Manu, anak
laki-laki Brahma, dan berisi hukum sipil dan agama
masyarakat India, ditulis kira-kira pada tahun 1100 SM.

3. Wu Jing atau Lima Sutra, buku suci orang Tiongkok kuno,
ditulis oleh Konfusius kira-kira pada tahun 1100 SM.

4. Tripitaka, ditulis oleh Gautama, pendiri agama Buddha
kira-kira pada tahun 600 SM.

5. Al-Qur’an, ditulis oleh pengikut Muhammad kira-kira
pada tahun 600 M.

6. Edda Puisi dan Edda Prosa, dua hukum agama yang berisi
mitologi dan tradisi orang Skandinavia, ditulis
kira-kira pada tahun 1100-1200 M.

Semua buku tersebut ditulis kira-kira 500 hingga 2400
tahun setelah Musa, dan beberapa di antaranya sebagian
berisi kutipan dari Perjanjian Lama dan Baru, Talmud
(komentari Yahudi tentang Perjanjian Lama), dan Injil
Barnabas. Buku-buku lainnya berisi kata-kata bijak dari
orang-orang bijak yang menghasilkan karya tertentu; etika,
politik, dan aspirasi moral tertentu dari orang-orang
tersebut; demikian pula dengan tradisi kuno, mitologi dan
dongeng-dongeng fantastis tentang dewa-dewi mitologi,
peperangan mereka, dll..

Buku-buku suci tentang berhala itu menyatakan beberapa ide
yang salah dan tentang takhayul yang hanya merupakan
pikiran manusia. Meskipun ungkapan-ungkapan positif mereka
telah menolong dalam kehidupan sosial beberapa masyarakat
pada masa lalu, hanya ada sedikit ungkapan yang mengarah
pada kebenaran, dan tidak ada yang memberi pengertian yang
benar tentang kebenaran dan Allah yang hidup. Sungguh
berbeda dari kelima kitab pertama Perjanjian Lama dan
bagian-bagian lain di dalam Alkitab, yang memancarkan
kebenaran seperti matahari, dibandingkan dengan cahaya
karya-karya lain!

Dalam Taurat, Tuhan adalah Raja yang tertinggi dan
satu-satunya. Imam adalah hamba-Nya, diatur oleh hukum
pewaris penguasa bumi atau kekuatan sekuler. Penguasa
Israel adalah wakil pengawas Tuhan, yang wajib memerintah
sesuai hukum-Nya yang tidak akan pernah berubah,
ditambahi, atau ditarik kembali. Despotisme (kediktatoran)
dan ahli-ahli sihir yang terdapat dalam tulisan lain yang
menyebut dirinya tulisan suci tidak akan mungkin dapat
dilakukan di tempat hukum Taurat berlaku. Ritual-ritual
dan upacara-upacara yang berdasarkan Taurat tersebut
terhormat dan mengagumkan, bebas dari misteri, ramalan,
ilmu gaib, sihir, pemikatan, tanda gaib, dan
praktik-praktik yang keji dan tidak bermoral, yang
menjadikan ritual penyembahan berhala tersebut dibenci
oleh Tuhan.

Upacara-upacara dalam Taurat menunjukkan kekudusan Tuhan,
keberdosaan manusia, perlunya pertobatan, dan janji
Pencipta untuk mengangkat manusia yang telah jatuh ke
keadaan moral yang baru. Penghukuman yang ada dalam kelima
kitab tersebut adalah adil, dan upah yang diberikan
menimbulkan ketaatan yang dipenuhi syukur — bukti dari
orang-orang yang mengasihi Tuhan dengan seluruh hati,
jiwa, dan kekuatan (Ulangan 6:5). (t/Ratri, KN)

(Tulisan di atas, yang diambil dari buku “The Dake
Annotated Reference Bible” halaman 82 dan 51, merupakan
pandangan Dake terhadap bukti bahwa Musalah yang menulis
kitab Taurat — Kejadian sampai Ulangan.)

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Nama situs: Dake Publishing
Penulis: Finis Jennings Dake
Alamat URL: http://www.dake.com/dake/mosaic.html

 

(1) Kitab Taurat ditulis oleh seorang Ibrani yang
berbicara bahasa Ibrani dan Musa memenuhi
persyaratan ini.

(2) Kitab ini ditulis oleh seorang Ibrani yang mengenal
baik budaya Mesir dan Arabia, termasuk
kebiasaan-kebiasaan dan pengetahuan mereka.
Mengingat ilmu pengetahuan bangsa Mesir
disembunyikan secara saksama dari orang luar, dan
hanya diajarkan kepada para pendeta dan keluarga
kerajaan, Musa adalah satu-satunya orang Ibrani yang
diketahui memenuhi persyaratan ini (Kisah 7:22;
Ibrani 11:23-29).

(3) Kesamaan gaya di antara kelima buku membuktikan
adanya satu orang penulis.

(4) Musa sendiri tampak jelas mengakui bahwa ia
yang menulis hukum tersebut (Keluaran 24:4;
Bilangan 33:2; Ulangan 31:9,22).

Jika konsisten terhadap tuntutan membuktikan keaslian
kepenulisan Kitab Kejadian, perlakuan yang sama juga harus
dikenakan pada seluruh 5 kitab pertama Taurat (Pentateukh)
— yaitu kitab-kitab pertama dalam Alkitab, yang disebut
“Kitab Hukum” oleh orang-orang Yahudi. Kitab-kitab ini
merupakan fondasi teokrasi Ibrani. Kata “Pentateukh”
berarti “lima”; lima buku yang sebenarnya merupakan satu
kesatuan tulisan. Pemisahan menjadi lima kitab dilakukan
oleh para penerjemah Septuaginta dari Aleksandria, yang
akhirnya menyebut kelima kitab itu “Pentateukh”.

Dari semua tulisan zaman kuno, kitab Taurat ini termasuk
yang paling terkenal. Berbagai keterangan yang termuat di
dalamnya menjadikan kitab ini penting untuk memahami
rencana Tuhan bagi manusia. Kitab ini merupakan dasar
pewahyuan yang Tuhan berikan kepada manusia. Kitab yang
menjelaskan asal-usul segala sesuatu, hukum-hukumnya,
geografi, kronologi, sejarah, dan agama, yang membuktikan
bahwa kitab ini adalah hasil karya ilahi yang penting
untuk pembelajaran, dan seharusnya sungguh-sungguh
diterima oleh seluruh umat manusia.

 


1. Allah menyuruh Musa menulis sebuah kitab (Keluaran
17:14; 34:27).

2. Musa menulis sebuah kitab (Keluaran 24:4-7; Bilangan
33:2; Ulangan 31:9).

3. Ia menamai kitab itu “kitab perjanjian” (Keluaran
24:7), “hukum Taurat” (Ulangan 28:58; 31:9, 24), “kitab
Taurat” (Ulangan 28:61; 30:10; 31:26). Kitab itu
meliputi seluruh Taurat yang oleh orang Yahudi dianggap
satu kesatuan kitab dengan lima bagian.

4. Salinan kitab Taurat Musa dibuat untuk raja-raja
(Ulangan 17:18-20).

5. Allah mengatakan bahwa Musa yang menulis kitab Taurat
dan Ia memerintahkan Yosua untuk menjadikannya sebagai
pedoman hidup (Yosua 8:30-35; 1:8).

6. Yosua menerima Taurat itu sebagai kitab yang ditulis
dan disalin oleh Musa di dua gunung. Ada kemungkinan,
Yosua menambahkan pasal terakhir, yaitu tentang
kematian Musa (Ulangan 34), ke dalam kitab itu
(Yosua 24:26).

7. Yosua memerintahkan seluruh Israel untuk mematuhi
“kitab hukum Musa” (Yosua 23:6).

8. Pada zaman raja-raja kitab itu merupakan hukum:

(1) Daud mengakuinya (1 Tawarikh 16:40).

(2) Salomo diperintahkan oleh Daud untuk tetap
mengikutinya (1 Raja-raja 2:3).

(3) Kitab itu ditemukan dan dipatuhi oleh Raja Yosia dan
Israel (2 Raja-raja 22:8-23:25; 2 Tawarikh
34:14-35:18).

(4) Yosafat mengajarkannya ke seluruh Israel (2 Tawarikh
17:1-9).

(5) Yoas mematuhinya (2 Raja-raja 12:2; 2 Tawarikh
23:11,18).

(6) Amazia mematuhinya (2 Raja-raja 14:3-6; 2 Tawarikh
25:4).

(7) Hizkia mematuhinya (2 Tawarikh 30:1-18).

9. Para nabi menyebutnya hukum Tuhan yang ditulis oleh
Musa (Daniel 9:11; Maleakhi 4:4).

10. Ezra dan Nehemia menganggap kitab Taurat berasal dari
Musa (Ezra 3:2; 6:18; 7:6; Nehemia 1:7-9; 8:1,14;
9:14; 10:28-29; 13:1).

11. Kristus menyebut seluruh kitab Taurat dengan acuan
kepada Musa (Lukas 24:27,44 dengan Kejadian 3:15;
Kejadian 12:1-3; Markus 12:26 dengan Keluaran 3; dan
Markus 7:10 dengan Keluaran 20:12; Keluaran 21:17.
Lihat pula 1:17; Yohanes 5:46; Yohanes 7:19,23).

12. Para rasul menyebut kitab Taurat dengan acuan kepada
Musa (Kisah Para Rasul 13:39; 15:1,5,21; 28:23).

13. Selama lebih dari 3.500 tahun para sarjana Yahudi dan
orang-orang Yahudi awam semua percaya bahwa Musa
menulis kitab Taurat. Orang Yahudi sejak semula
tidak pernah mempertanyakan hal itu.

14. Penulis-penulis non Yahudi, misalnya Tacitus, Juvenal,
Strabo, Longinus, Prophyry, Julian, dan lain-lain
setuju tanpa terkecuali, bahwa Musa yang menulis kitab
Taurat tersebut.

15. Pemimpin agama lain seperti Muhammad dan lain-lain
menyebut kitab Taurat dengan acuan kepada Musa.

Alkitab

Posted: 16 November 2011 in Alkitab

Selama kurang lebih 50 tahun, telah dilaporkan bahwa Alkitab adalah buku yang paling banyak terjual dalam sejarah dunia.

Alkitab ditulis oleh sekitar 40 orang dalam kurun waktu kurang lebih 1600 tahun dari 1500 SM hingga sekitar 100 M. Orang-orang ini menulis karena didorong oleh Roh Kudus (2 Pet. 1:21). Mereka menuliskan kata-kata yang bukan diajarkan oleh kebijakan manusia tetapi oleh Roh Kudus (1 Kor. 2:13).

Alkitab Berbahasa Inggris

  • Terjemahan pertama Alkitab berbahasa Inggris dimulai oleh John Wycliffe dan diselesaikan oleh John Purvey pada tahun 1388 M.
  • Edisi pertama dari Alkitab Amerika kemungkinan diterbitkan sekitar sebelum tahun 1752 M.
  • Alkitab berdasarkan data tahun 1964, telah diterjemahkan – seluruhnya atau sebagian – ke lebih dari 1.200 bahasa dan dialek.
  • Alkitab dibagi ke dalam pasal-pasal oleh Stephen Langton sekitar tahun 1228 M.
  • Perjanjian Lama dibagi ke dalam ayat-ayat oleh R. Nathan dalam tahun 1448 M dan Perjanjian Baru dibagi oleh Robert Stephanus dalam tahun 1551 M.
  • Ada 66 kitab di dalam Alkitab, 39 dalam PL and 27 dalam PB. (Catatan: 3 x 9 = 27).
  • PL memiliki 929 pasal and 23.214 ayat. PB mempunyai 260 pasal dan 7.959 ayat.
  • Dalam PL, kitab terpanjang adalah Mazmur. Kitab terpendek adalah Obaja.
  • Dalam PB, kitab terpanjang adalah Kisah Para Rasul. Terpendek adalah 3 Yohanes.
  • Kata “Allah (God)” muncul 4.379 kali dalam Alkitab berbahasa Inggris. Kata “Tuhan (Lord)” muncul 7.738 kali dalam Alkitab berbahasa Inggris.
  • Kitab Yesaya direferensikan 419 kali di dalam 23 kitab Perjanjian Baru; Mazmur 414 kali dalam 23 kitab; Kejadian 260 kali dalam 21 kitab.

Hal-hal tidak lazim dalam Alkitab

  • Metusalah hidup hingga umur 969 tahun (Kej. 5:27).
  • Anak-anak Allah mengambil istri anak-anak perempuan manusia (Kej. 6:2).
  • Bayi yang tangannya diikat dengan benang kirmizi sebelum ia lahir (Kej. 38:28-29).
  • Perang yang dimenangkan karena ada orang yang mengangkat tangannya (Keluaran 17:11).
  • Manusia diajak berbicara oleh seekor keledai (Bil. 22:28-30).
  • Orang yang memiliki tempat tidur dengan panjang 13.5 kaki dan lebar 6 kaki (Ul. 3:11).
  • Wanita-wanita yang harus mencukur rambutnya dahulu sebelum boleh menikah (Ul. 21:11-13).
  • Matahari tidak bergerak sehari penuh (Yos. 10:13).
  • Suatu tentara yang terdiri dari 700 orang kidal (Hakim-hakim 20:16).
  • Orang yang rambutnya seberat 6 pon ketika dicukur setiap tahun (2 Sam. 14:26).
  • Manusia yang memiliki 12 jari tangan dan 12 jari kaki (2 Sam. 21:20).
  • Seorang ayah yang memiliki delapan puluh delapan anak (2 Taw. 11:21).
  • Matahari beredar mundur (Yesaya 38:8).
  • Perempuan sundal sebagai leluhur dari Kristus (Matt. 1:5).

________________________

Informasi ini diambil dari NASB Open Bible, 1979, halaman 1227-1228 dan Willmington’s Book of Bible Lists.

 

Hari

Acara

Waktu (wib)

Tempat

Rabu


 Fellowship/ Rayon Abraham

19.30


 

Kamis


 

 Fellowship/ Rayon Yosua

19.30

 

Jum’at

 

Pujian & Penyembahan

19.00

Gereja

 

Sabtu


 

Youth Community

19.00

Gereja

 

 

 

Minggu


Ibadah Raya 1

+

Perjamuan Suci

 

Sekolah Minggu

 

 

Ibadah Raya 2

 

09.00

09.30

18.30

Gereja

Gereja

Gereja