Berapa nama silsilah dari Abraham sampai dengan Daud ?
a. Lukas mencatat 15 nama dari Daud sampai dengan Yesus.
b. Matius hanya mencatat 14 nama dari Daud sampai dengan Yesus.

JAWAB :

Banyak pendapat tentang silsilah Yesus Kristus. Ada yang berpendapat bahwa yang satu ialah silsilah Yusuf, dan yang lain adalah silsilah Maria, dan ada yang menghubungkannya dengan adanya perkawinan ganda antar dua ipar misalnya Yusuf berasal dari keturunan Salomo, sedangkan Maria dari keturunan Natan, kedua-duanya adalah putera Daud. Ada pula yang berpendapat bahwa Matius ingin menunjukkan bahwa Yesus adalah anak Daud, sedangkan Lukas berusaha memperlihatkan asal-usul universal Yesus dari Adam.

Injil Matius mulai dengan daftar silsilah ini, yang merunut garis keturunan Yesus melalui garis Yusuf sebagaimana kebiasaan Yahudi ketika itu. Walaupun Yusuf bukan merupakan ayah Yesus secara biologis, ia tetap merupakan ayah Yesus secara hukum. Karena Allah sudah berjanji bahwa Mesias akan menjadi keturunan Abraham dan Daud, maka Matius merunut silsilah Yesus sampai ke kedua tokoh ini untuk membuktikan kepada orang Yahudi bahwa Yesus mempunyai silsilah yang tepat sehingga memenuhi syarat sebagai Mesias.

Matius menetapkan bahwa Yesus adalah keturunan Daud yang sah dengan merunut garis keturunan Yusuf yang berasal dari keluarga Daud. Walaupun Yesus dikandung oleh Roh Kudus, secara resmi Ia tetap dicatat sebagai anak Yusuf dan menurut hukum adalah anak Daud.

Silsilah yang disajikan oleh Lukas merunut garis keturunan Yesus melalui kaum pria dalam garis keturunan Maria (yang juga dari keturunan Daud). Lukas menekankan bahwa Yesus adalah anak kandung Maria sehingga menjadi sama seperti kita. Dengan demikian para penulis kitab Injil menegaskan bahwa Yesus berhak menjadi Mesias baik secara hukum maupun secara biologis

Menurut Talmud Yerusalem yaitu Kitab Hagigah 2:4 (reff. Arnold G. Fruchtenbaum, The Genealogy of the Messiah, 1993, p. 10-13 )., Maria adalah anak perempuan Eli, sesuai dengan ayat di bawah ini:

* Lukas 3:23-24,
3:23 LAI Terjemahan Baru (TB), Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli,
King James Version (KJV), And Jesus himself began to be about thirty years of age, being (as was supposed) the son of Joseph, which was the son of Heli,
Textus Receptus (TR), και αυτος ην ο ιησους ωσει ετων τριακοντα αρχομενος ων ως ενομιζετο υιος ιωσηφ του ηλι
Translit, kai autos ên ho iêsous hôsei etôn triakonta arkhomenos ôn hôs enomizeto huios iôsêph tou hêli

3:24 LAI TB, anak Matat, anak Lewi, anak Malkhi, anak Yanai, anak Yusuf,
KJV, Which was the son of Matthat, which was the son of Levi, which was the son of Melchi, which was the son of Janna, which was the son of Joseph,
TR, του ματθατ του λευι του μελχι του ιαννα του ιωσηφ
Translit, tou matthat tou leui tou melkhi tou ianna tou iôsêph

Berdasarkan tradisi Ibrani, silsilah senantiasa ditulis menurut anak laki-laki dan Lukas menulis silsilah dari pihak Maria. Jadi Eli adalah ayah kandung Maria. Jika seandainya silsilah ini ditelusuri terus, ternyata Maria pun masih merupakan keturunan Daud.

Kata υιος – huios dari jenis maskulin bermakna anak laki-laki, keturunan; jika dihubungkan dengan genitif seperti ayat diatas (υιος ιωσηφ – huios iôsêph) bermakna seseorang yang sangat akrab atau mirip dengan orang lain atau dengan sesuatu, murid, pengikut. Setiap nama dalam silsilah Lukas menurut teks Yunani – kecuali Yusuf – didahului oleh kata του – tou yang identik dengan the dalam bahasa Inggris yaitu definite article (kata sandang definitif) dan kasusnya genitif, menyatakan sumber atau milik. Setiap orang Yunani atau yang membaca teks Yunani menyadari bahwa silsilah ini ditulis berdasarkan garis isteri Yusuf yaitu Maria.

Dari mana Lukas mengetahui bahwa ayah Maria adalah Eli? Lukas menulis Kisah Para Rasul, apabila ada berita dalam Kisah Para Rasul dengan ungkapan kami berarti berasal dari Lukas. Ternyata Lukas menyertai Paulus ke Yerusalem, bertemu dengan Maria, ibu Yesus, dan menulis Injil Lukas berdasarkan penyelidikannya.

* Kisah Para Rasul 21:17-18
21:17 LAI TB, Ketika kami tiba di Yerusalem, semua saudara menyambut kami dengan suka hati.
KJV, 21:17 And when we were come to Jerusalem, the brethren received us gladly.
TR, γενομενων δε ημων εις ιεροσολυμα ασμενως εδεξαντο ημας οι αδελφοι
Translit, genomenôn de hêmôn eis hierosoluma asmenôs edexanto hêmas hoi adelphoi

21:18 LAI TB, Pada keesokan harinya pergilah Paulus bersama-sama dengan kami mengunjungi Yakobus; semua penatua telah hadir di situ.
KJV, And the day following Paul went in with us unto James; and all the elders were present.
TR, τη δε επιουση εισηει ο παυλος συν ημιν προς ιακωβον παντες τε παρεγενοντο οι πρεσβυτεροι
Translit, tê de epiousê eisêei ho paulos sun hêmin pros iakôbon pantes te paregenonto hoi presbuteroi

* Lukas 1:3,
LAI TB, Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu.
KJV, It seemed good to me also, having had perfect understanding of all things from the very first, to write unto thee in order, most excellent Theophilus,
TR, εδοξεν καμοι παρηκολουθηκοτι ανωθεν πασιν ακριβως καθεξης σοι γραψαι κρατιστε θεοφιλε
Translit, edoxen kamoi parêkolouthêkoti anôthen pasin akribôs kathexês soi grapsai kratiste theophile

Daftar dalam Lukas menyebut 20 atau 21 generasi antara Daud dan pembuangan ke Babel, dan jumlah yang sama antara masa Pembuangan dan Yesus, sementara daftar Matius hanya menyebut 14 generasi bagi masing-masing periode itu. Tapi beberapa generasi dalam kurun waktu Daud ke Pembuangan jelas tidak dimasukkan dalam daftar Matius, dan beberapa generasi lainnya tidak dimasukkan dalam daftar pada kurun kedua. “Resa” dalam Lukas 3:27, aslinya bukanlah nama orang, tapi meminjam bahasa Aram RESYA’ (pangeran) sebagai gelar Zerubabel (daftar Lukas berasal dari sebuah dokumen Aram).

Sumber :
– Yohannes /Biblika
– Fruchtenbaum, A. ‘The Genealogy of the Messiah’. The Vineyard, November 1993, p.10-13, p 10-13.

MATIUS 1:1-17 VS LUKAS 3:23-38.

Dalam Matius, silsilah Yesus TERTULIS: “Yesus adalah anak Yusuf anak Yakub anak Matan anak Eleazar anak Eliud anak Akhim anak Zadok anak Azor anak Elyakim anak Abihud anak Zerubabel anak Sealtiel…”, TETAPI dalam Lukas: “Yesus adalah anak Yusuf anak Eli anak Matat anak Lewi anak Malhi anak Yanai anak Yusuf anak Matica anak Amos anak Nahum anak Hesli anak Nagai…”. (hampir semuanya berbeda nama orang).

JAWAB :

Menurut hukum Yahudi, kedudukan menantu sama dengan anak laki-laki. Silsilah sang ibu harus menggunakan nama suaminya, hukum Yahudi sebagaimana diuraikan dalam kitab mereka di Yukhasin 55:2 menulis bahwa “keluarga dari ibu tidak disebut keluarga”.

Yusuf memang anak Eli dalam pengertian “mantu”, lihat penjelasan sebelumnya tentang Kaleb. Sekedar tambahan, raja Saul memanggil Daud dengan sapaan “anak” (1 Samuel 24:16), padahal Daud bukanlah anak kandung raja Saul, melainkan menantunya

MATIUS 1:1-17 & LUKAS 3:23-38 VS MATIUS 1:18.

Dalam Matius dan Lukas, TERTULIS: “Inilah silsilah Yesus”, padahal yang dimaksud adalah silsilah Yusuf, karena berdasarkan Matius 1:18 bahwa “Maria sudah mengandung Yesus sebelum bersetubuh dengan Yusuf”. Dengan demikian, maka “SILSILAH YESUS” yang diuraikan dalam Matius 1:1-17 dan Lukas 3:23-38 adalah SALAH KAPRAH!

JAWAB :

* Matius 1:16
“Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.”

Secara hukum Yahudi — bukan secara darah-daging — Yusuf adalah ayah dari Yesus Kristus. Ayat di atas pun tidak menulis bahwa Yusuf “memperanakkan” Yesus, tetapi menekankan bahwa Maria yang melahirkan Yesus Kristus.

* Lukas 3:23
“Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli,”

Nama Eli tidak muncul dalam silsilah Matius karena Eli bukanlah ayah Yusuf melainkan mertua. Eli adalah ayah Maria dan hal ini dicatat dalam kitab Agama Yahudi Misyna Khagigah 2:4 (reff. Arnold G. Fruchtenbaum, The Genealogy of the Messiah, 1993, p. 10-13 ). Kalangan Yahudi menanti kedatangan Sang Mesias dari keturunan Daud sehingga silsilah baik Yusuf (dari keturunan Salomo) dan Maria (dari keturunan Natan) tidak luput dari pengamatan mereka.

Silsilah menurut Matius adalah silsilah Yusuf yang berasal dari keturunan Salomo, putra Daud; sedangkan silsilah menurut Lukas adalah silsilah Maria yang berasal dari keturunan Natan, juga putra Daud. Baik Yusuf maupun Maria sama-sama berasal dari keturunan Daud.

Nama-nama dalam silsilah sesudah Natan dan Salomo tentu saja berbeda karena dari sinilah garis keturunan Daud terpisah dua. Sebagian nama ada yang sama karena pernikahan silang.

Apakah seseorang itu hanya punya “satu” silsilah? Apakah seseorang itu hanya punya “satu” orang kakek dan “satu” orang nenek?
Bukankah seorang anak punya dua orang tua, yaitu “ayah” dan “ibu”? Sang ayah tentu punya silsilah berbeda dengan silsilah ibu.

Kalau ingin tahu bagaimana kalangan Yahudi menulis silsilah mereka, silakan lihat di sini:

http://www.jewishencyclopedia.com/index.jsp

Ini adalah situs kalangan Yahudi. Cari saja entry tentang ‘genealogy’, niscaya akan Anda temukan silsilah Yahudi.

Sumber :
– Yohannes /Biblika
– Fruchtenbaum, A. ‘The Genealogy of the Messiah’. The Vineyard, November 1993, p.10-13, p 10-13.

LUKAS 3:23-38 VS MATIUS 1:18

Dalam Lukas, silsilah Yesus TERTULIS: “Yesus adalah anak Yusuf,…(berarti darah daging Yusuf)”, TETAPI dalam Matius: “Maria mengandung Yesus sebelum bersetubuh dengan Yusuf (berarti Yesus bukan darah daging Yusuf)”. (bertentangan prinsip).

JAWAB :

Yesus Kristus adalah anak Yusuf secara legal (Matius 1:16, Lukas 3:23), bahkan secara legal pula sebagai anak Daud, anak Abraham (Matius 1:1).
Di samping itu Yesus Kristus adalah anak Maria secara biologikal yang melahirkan-Nya (Matius 1:16, 21, 25; Lukas 2:7) dan berasal dari Roh Kudus berdasarkan Alkitab.

* Matius 1:18
“Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.”

Alkitab dengan tegas menulis bahwa Yesus Kristus dikandung dari Roh Kudus berdasarkan ayat di atas, demikian pula sebagaimana ditulis di dalam ayat 20 dan Lukas 1:35.

Siapakah leluhur Yesus dari Adam sampai dengan Abraham?
a. Lukas menuliskan 21 nama dalam silsilah dari Adam sampai dengan Abraham.
b. Matius tidak menuliskan satu nama pun dalam silsilah dari Adam sampai dengan Abraham. Apakah Tuhan tidak memberikan inspirasi Yesus kepada Matius ? Apakah Tuhan pilih kasih terhadap Lukas ? Padahal Lukas termasuk dalam daftar murid Yesus di Injil Matius 10:2-4.

JAWAB :

Tentu saja daftar silsilah Yesus di Injil Lukas tidak sama dengan Matius; apalagi keduanya mengurut dari garis yang berbeda

Lukas mengurut Silsilah Yesus dari garis MARIA, ibu-Nya dan memulai silsilah Yesus naik sampai dengan Adam manusia pertama
Sedangkan Silsilah yang ditulis oleh Matius, mengurut Silsilah Yesus dari garis YUSUF ayah angkat Yesus, Yusuf adalah legal father bagi Yesus secara hukum Yahudi. Matius menulis Silsilah secara menurun dari bapa Abraham turun dampai Daud, lalu Salomo dan sampai kepada Yusuf ayah Yesus secara legal. Baik Matius maupun Lukas mencantumkan nama Yusuf (ayah Yesus secara hukum Yahudi). Tetapi Lukas mencatat nama Yesus anak Yusuf dalam artian Yusuf suami Maria, demikianlah hukum pencatatan genealogy yang berlaku di adat-istiadat orang Yahudi :

Anda mempunyai ayah dan ibu, bukan? Silsilah anda tentu saja bisa diurutkan dari ayah dan ibu anda, dan keduanya pasti berbeda.

Yesus sendiri Firman Tuhan, dan yang mewahyukan Firman Tuhan itu Roh Kudus. jadi salah besar kalo mau bilang Yesus yang mengilhamkan Firman Tuhan.

Konsep pengilhaman Alkitab lagipula berbeda dengan kitab-kitab suci lain seperti Al-Quran. Apalagi karena memang rentang waktu penulisannya hampir 2000 tahun.  Alkitab diwahyukan bukan didikte kata demi kata oleh Tuhan. Maka dari itu, banyak pemakaian kata kira-kira (menunjukkan bahwa penulis diberi ilham berbentuk pengelihatan untuk menulis). Juga sebagian adalah hasil research/pendataan seperti kitab Tawarikh dan Injil Lukas. Dan sebagian lagi adalah hasil mereka menulis sendiri. Tetapi tetap, semua yang dimaksudkan Tuhan untuk disatukan menjadi Alkitab, semua dibimbing oleh Roh Kudus yang ditaruh oleh Tuhan dalam hati mereka (Yesaya 63:11), dalam hasil pendataan mereka, dan tulisan-tulisan mereka (I Petrus 1:20-21).

Dan juga karena banyaknya penulis, diksi, struktur pola kalimat, gaya bahasa, tentu berbeda-beda. Contohnya Paulus yang seorang intelek dengan gaya menulis diatribenya (seolah-olah berdebat dengan diri sendiri, contoh Roma 3:1-8), Petrus yang mantan pelayan dengan diksi yang tidak rumit dan cenderung kasar.

Mari kita berpikir. Tuhan Yesus dalam Kitab-Kitab Injil banyak sekali mengajar menggunakan perumpamaan-perumpamaan sederhana, untuk menjelaskan hal-hal kerajaan Allah. Tidak mungkin manusia dapat membuat sendiri, kecuali mereka diberi ilham oleh satu-satunya yang paling mengerti, dan ini sekaligus membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan karena Ia paling mengerti hal-hal kerajaan Allah.

Dan lagipula, seluruh isi Alkitabpun masih belum bisa memberikan seluruh kebenarannya jika hanya dibaca, tetapi hanya melalui Roh Kudus, maka kebenaran lebih dapat terbuka. Baca Yohanes 8:43, 16:13.

Melalui keterbatasan manusia Tuhan menyatakan kemuliaannya (II Korintus 12:9). Maka dari itu, menurut II Timotius 3:16, seluruh isi Alkitab yang diwahyukan Tuhan, semua itu dapat kita gunakan untuk mengajar dan mendidik, dan tentunya harus dalam tuntunan.

OK Alkitab asli Firman Tuhan, tetapi apakah terjaga sepanjang masa? Mengapa banyak sekali pertentangan tekstual terutama pada Perjanjian Lama? Well, tidak semua kitab diberi cap “copyright” oleh Tuhan seperti kitab Taurat (Matius 5:18-19) dan kitab Wahyu (Wahyu 22:18-19, hm ayatnya koq sama ya). Jaman dulu belom ada scanner dan printer, jadi yah bisa saja banyak kesalahan terjadi dalam penulisan ulang. Tetapi bukti-bukti lain dapat ditemukan bahwa kesalahan-kesalahan tersebut adalah murni keterbatasan manusia, kami jujur mengakuinya, dan tidak ada masalah dengan hal itu.

OK itu mungkin salah tulis salah eja dlsb. Bagaimana dengan isinya yang diubah? Baca Mazmur 31:19 (kebanyakan Inggris ayat 18, karena ayat 1 gak masuk ayat2), Amsal 10:31, Lukas 1:20, Lukas 11:14, Wahyu 16:13; mereka adalah orang-orang yang dipakai setan untuk menyesatkan umat percaya dan Allah akan menaruh “katak” dalam kerongkongan mereka, membuat mereka kehilangan kekuatan untuk berbicara! Banyak sekali pengedit-pengedit Alkitab yang mati bisu: Brooke Wescott pembuat naskah Yunani Perjanjian Baru Wescott-Hort yang populer, Samuel Tregelles pembuat naskah Yunani lainnya, Kenneth Taylor perumus Living Bible, Philip Schaff perumus NASB, J.B. Philips, Dr. Don Wilkins penerjemah NASV (gak sampe mati sih yang satu ini). Cukup serem?

Yesus bukan iblis yang haus disembah (Matius 4:8-9). Cuma ada satu oknum yang ada di dalam Alkitab yang mengatakan dengan gila hormat, “sembahlah aku saja”, yaitu cuma IBLIS. Bedakan dengan Tuhan yang mengatakan, “Hanya TUHAN yang layak disembah”. Karena memang Ia layak untuk disembah. Toh Yesus tidak perlu meminta untuk disembah, banyak sekali yang menyembah Yesus, walaupun dalam wujud Yesus sebagai manusia. perlu contoh ayat? gak perlu kali yah, udah banyak. Karena Yesus memang Tuhan, dan hanya Tuhan yang layak menerima pujian dan sembah.

Alkitab bukan riwayat hidup Yesus, tetapi catatan pekerjaan-pekerjaan Allah, ajaran-ajaran Allah, singkatnya, “surat cinta” Allah kepada manusia. Jika Allah tidak menyuruh manusia untuk menuliskan catatan hidup Yesus pada waktu Ia berumur 12-30 tahun berarti memang tidak penting untuk kita baca. Apakah ada satu ayat saja ayat yang tidak penting dalam Alkitab, misalnya buatlah gelas dari kaca?

Tetapi hanya untuk bacaan saja, Yesus tentu harus mengenyam pendidikan dahulu seperti anak-anak Yahudi lainnya. Pada umur 12 tahun adalah saat yang penting bagi anak-anak Yahudi untuk melakukan rite of passage atau upacara kedewasaan, yaitu upacara bar mitzvah (anak hukum), yaitu bahwa ia telah menghafal kelima kitab Taurat, dan harus melafalkannya pula. Sebelum mengajar di depan umum, pada umur 20 Yesus harus terlebih dahulu masuk skolah khusus Yahudi, Bet Midrash. Sebelumnya, mereka (Yesus dan anak-anak yahudi lainnya) mengenyam pendidikan umur 5 Tahun di Miqra (membaca Taurat), Mishna mulai 10 tahun, Talmud mulai 13 tahun. Setelah mereka selesai belajar di Bet Midrash, umur 30 baru boleh mengajar di depan umum. Yohanes 2:1-11 mengindikasikan Yesus belum pernah melakukan mukjizat d tengah-tengah khalayak umum

Kristen bukan agama, Kristen adalah sebutan untuk pengikut Kristus or literally Kristus Kecil. maka dari itu, tidak mungkin Yesus Kristus adalah seorang pengikut Kristus a.k.a. Kristen.

Nasrani adalah sebutan untuk umat Kristen keturunan Ibrani yang ada di Yerusalem, dipimpin oleh adik Yesus dari Maria binti Eli, yaitu Yakobus, penulis surat Yakobus.

KRISTEN & AGAMA LAIN

Posted: 18 November 2011 in Serba Serbi

Banyak orang yang berkata bahwa semua agama itu sama. Tetapi ini adalah pendapat yang salah. Semua agama berbeda, bahkan bertentangan satu dengan yang lainnya. Dan kristen, kalau itu mau disebut sebagai suatu agama, adalah agama yang paling berbeda dibandingkan dengan agama-agama yang lain. Dan perbedaan-perbedaan itu justru merupakan perbedaan-perbedaan yang bersifat prinsip / dasar, seperti:

I) Pengakuan terhadap Yesus Kristus.

Agama kristen (dalam hal ini termasuk Katolik) mempercayai Yesus Kristus sebagai:

1)   Tuhan / Allah.

Sedangkan agama lain paling-paling hanya menganggap Yesus sebagai orang yang baik / saleh atau sebagai nabi.

2)   Juruselamat / Penebus dosa, yang membayar hutang dosa kita.

Jadi, Yesus yang adalah Tuhan / Allah sendiri, karena kasihNya kepada manusia berdosa, mau menjadi manusia, dan lalu menderita dan mati di salib untuk menebus dosa manusia. Kita yang berdosa, dan seharusnya kita yang dihukum, tetapi Yesus rela menjadi pengganti bagi kita, sehingga kalau kita percaya kepada Yesus, kita tidak akan dihukum, tetapi sebaliknya diselamatkan / diampuni.

 

Tidak ada agama lain yang mempunyai seorang Juruselamat / Penebus dosa. Prinsip mereka adalah:

  • manusia sendirilah yang harus membayar hutang dosanya sendiri.
  • Allah, karena Ia adalah maha pengasih dan penyayang, mengampuni manusia berdosa begitu saja tanpa ada penebusan ataupun penghukuman. Dari sudut pandang Kristen, ini menunjukkan Allah itu kehilangan keadilanNya.

II) Prinsip kekristenan adalah Allah mencari manusia.

Prinsip dari semua agama lain adalah manusia mencari Allah (dengan jalan membuang dosa, berbuat baik, berbakti, dsb).

Thomas Arnold: “The distinction between Christianity and all other systems of religion consists largely in this, that in these others, men are found seeking after God, while Christianity is God seeking after men” (= Perbedaan antara Kekristenan dan semua sistim agama lain sebagian besar terletak di sini, yaitu bahwa dalam agama-agama lain, manusia didapati mencari Allah, sedangkan Kekristenan adalah Allah mencari manusia)‘The Encyclopedia of Religious Quotations’, hal 95.

Untuk bisa mengetahui yang mana prinsip yang benar, mari kita melihat beberapa point di bawah ini:

1)   Kalau kita melihat dalam Kej 3, pada waktu Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, maka mereka tidak mencari Allah (Kej 3:6-7). Sebaliknya pada waktu mereka mendengar kedatangan Allah, maka mereka justru bersembunyi (Kej 3:8). Allahlah yang mencari mereka dengan memanggil: “Dimanakah engkau?” (Kej 3:9). Ini tentu tidak berarti bahwa Allah tidak tahu dimana mereka berada. Allah hanya mau mereka datang kepadaNya dan mengaku dosa. Tetapi bagaimanapun juga di sini kita melihat suatu prinsip yang sudah ada sejak manusia jatuh ke dalam dosa untuk pertama kalinya, yaitu Allahlah yang mencari manusia dan bukan sebaliknya!

2)   Juga dalam Luk 19:10, Yesus berkata: “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang”.

Istilah ‘Anak Manusia’ menunjuk kepada Yesus, yang juga adalah Allah sendiri. Jadi ayat ini lagi-lagi menunjukkan bahwa pada waktu manusia itu terhilang dalam dosa, Allah mencari manusia untuk menyelamatkannya.

3)   Dalam Roma 3:11 dikatakan bahwa: “Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah”.

Ro 3:11 ini perlu dicamkan khususnya pada waktu kita melihat ayat-ayat yang menyuruh manusia mencari Allah, seperti 1Taw 16:11  Maz 27:8  Maz 105:4  Yes 55:6  Amos 5:4,6. Ayat-ayat yang menyuruh manusia mencari Allah ini, tidak menunjukkan bahwa manusia bisa mencari Allah, dan juga tidak menunjukkan bahwa ada manusia yang mencari Allah.

Manusia mungkin sekali ikut agama tertentu untuk mencari keselamatan. Mereka bisa saja mencari berkat Tuhan. Tetapi manusia tidak mungkin mencari Allah.

Tetapi benarkah manusia tidak akan pernah mencari Allah? Sebetulnya manusia bisa mencari Allah, tetapi itu baru bisa terjadi kalau Allah sudah terlebih dahulu mencari dia dan bekerja di dalam dirinya, sehingga ia lalu mencari Allah. Kalau Allah tidak mencari manusia lebih dulu dan bekerja di dalam diri manusia itu, maka manusia itu tidak akan mencari Allah.

Jadi, prinsip yang benar tetap adalah ‘Allah mencari manusia’, bukan ‘manusia mencari Allah’.

III) Keselamatan melalui iman kepada Yesus Kristus.

Dalam agama kristen / kekristenan, kita bisa selamat hanya karena iman / percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, dan sama sekali bukan karena perbuatan baik kita.

Dalam agama lain (termasuk Roma Katolik), keselamatan didapatkan karena perbuatan baik, atau karena iman / percaya + perbuatan baik. Dalam persoalan ini Roma Katolik termasuk dalam kategori agama lain, karena dalam Roma Katolik:

1)   Baptisan dianggap mutlak perlu untuk keselamatan, padahal baptisan jelas termasuk perbuatan baik / ketaatan.

2)   Dipercaya adanya Mortal sin (= dosa besar / mematikan) dan Venial sin (= dosa kecil / remeh). Mortal sin dianggap bisa menghancurkan keselamatan seseorang. Jadi, supaya tetap selamat seseorang harus menjauhi mortal sin. Lagi-lagi terlihat bahwa ketaatan seseorang punya andil dalam keselamatannya.

Jadi, dalam agama lain, perbuatan baik mempunyai andil untuk menyelamatkan manusia. Sedangkan dalam agama kristen, sekalipun perbuatan baik itu juga harus dilakukan, tetapi sama sekali tidak punya andil dalam menyelamatkan kita.

Bahwa Kitab Suci memang mengajarkan bahwa perbuatan baik tidak punya andil dalam keselamatan, terlihat dari ayat-ayat di bawah ini:

  • Ef 2:8-9 – “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri”.
  • Gal 2:16 – “Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: ‘tidak ada seorangpun yang dibenarkan’ oleh karena melakukan hukum Taurat”.
  • Ro 3:24,27-28 – “dan oleh kasih karunia Allah telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. … Jika demikian, apa dasarnya untuk bermegah? Tidak ada! Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman! Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat”.
  • Ro 9:30-32 – “Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Ini: bahwa bangsa-bangsa lain yang tidak mengejar kebenaran, telah memperoleh kebenaran, yaitu kebenaran karena iman. Tetapi: bahwa Israel, sungguhpun mengejar hukum yang akan mendatangkan kebenaran, tidaklah sampai kepada hukum itu. Mengapa tidak? Karena Israel mengejarnya bukan karena iman, tetapi karena perbuatan”.
  • Fil 3:7-9 – “Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranKu sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan”.
  • Text Kitab Suci lain yang bisa dibaca: Gal 3:6-11  Kis 15:1-21.

 -AMIN-