Archive for the ‘Alkitab’ Category

Gandum dan Ilalang

Posted: 23 November 2011 in Alkitab

Dalam Perjanjian Lama kata Ibrani “malak” yang sering diterjemahkan sebagai “malaikat” kadang-kadang juga diterjemahkan sebagai “pembawa pesan” (messenger). Sama juga halnya dalam Perjanjian Baru, kata Yunani “aggelos” yang sering diterjemahkan sebagai “malaikat” kadang-kadang juga diterjemahkan sebagai “pembawa pesan”. Ketika kita memperhatikan dengan teliti ayat-ayat yang menggunakan ungkapan ini, kita menemukan bahwa Tuhan bisa menggunakan ungkapan ini untuk menunjuk kepada diri-Nya sendiri, bisa menunjuk kepada malaikat dan bisa juga menunjuk kepada manusia yang mempunyai pesan untuk dikabarkan. Kita harus memperhatikan konteks dari ayatnya dengan teliti untuk menentukan terjemahan yang benar dari ungkapan ini. Misalnya di Maleakhi 3:1 dimana kita baca:

“Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku [malak], supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat [malak] Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.”

Kata “malak” (malaikat) digunakan dua kali dalam ayat ini. Yang pertama sudah pasti menunjuk kepada Yohanes pembaptis yang diutus mendahului Tuhan Yesus untuk mengabarkan berita tentang Yesus Kristus sebagai “Anak Domba Allah” (Yohanes 1:29). Dan kata “malak” yang kedua jelas menunjuk kepada Tuhan Yesus sendiri, yang adalah pembawa pesan dari Perjanjian itu.

Dalam Perjanjian Lama kata “malak” lebih dari 100 kali diterjemahkan sebagai “malaikat” dan hampir 100 kali diterjemahkan sebagai “pembawa pesan”. Biasanya ketika hal itu menunjuk kepada “pembawa pesan” ini sedang berbicara tentang seseorang yang membawa suatu berita kepada orang lain. Tetapi seperti yang kita lihat dalam kitab Maleakhi, pembawa pesan itu juga bisa menunjuk kepada Tuhan sendiri.

Sedangkan dalam Perjanjian Baru kata “aggelos” (malaikat) kira-kira 180 kali diterjemahkan sebagai “malaikat” dan 7 kali diterjemahkan sebagai “pembawa pesan”.
Misalnya Matius 11:10 berbicara tentang Yohanes pembaptis sebagai “pembawa pesan” (utusan) dari Tuhan, disitu kita baca:

“Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku [aggelos] mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu.”

Karena itu kita bisa mengerti sekarang bahwa kata Ibrani “malak” dan kata Yunani “aggelos” yang seringkali diterjemahkan sebagai malaikat harus diperiksa konteksnya dengan teliti untuk menentukan apakah ungkapan itu sedang menunjuk kepada Tuhan sendiri, malaikat atau juga manusia.

Ini menjelaskan tentang kata “malaikat” di Matius 13 dimana sedang Tuhan berbicara mengenai malaikat yang mengumpulkan “hasil panen” pada akhir zaman.

Di Matius 13:36-43 kita baca:

“Maka Yesuspun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: “Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu.” Ia menjawab, kata-Nya: “Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia; ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat. Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat [aggelos]. Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman. Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya [aggelos] dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan DARI DALAM KERAJAAN-NYA. Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”

Dalam kebanyakan translasi kata ini diterjemahkan sebagai “malaikat”, tetapi siapakah para pembawa pesan dari Kerajaan Allah yang memberitakan Injil kepada dunia untuk mengumpulkan umat-Nya ke dalam –Yerusalem yang baru– ?

Di Yohanes 4:35-38 kita baca:

“Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai. Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita. Sebab dalam hal ini benarlah peribahasa: Yang seorang menabur dan yang lain menuai. Aku mengutus kamu untuk menuai apa yang tidak kamu usahakan; orang-orang lain berusaha dan kamu datang memetik hasil usaha mereka.”

Ayat-ayat ini dengan jelas menunjukkan bahwa “para penuai” itu adalah orang-orang percaya. Mereka adalah para pembawa pesan yang diutus untuk memberitakan Injil kepada dunia. Dan ketika Injil diberitakan Roh Kudus akan membuat firman itu bersemayam didalam hati mereka yang sudah dipilih untuk diselamatkan. Jadi mereka yang diselamatkan melalui pemberitaan itu menjadi hasil panen yang dibawa masuk kedalam Kerajaan Allah.

Kembali ke Matius 13:36-41 yang berbicara tentang pemisahan gandum dan lalang, malaikat-malaikat tidak mengumpulkan hasil panen itu. Hasil panen itu dikumpulkan oleh orang-orang percaya yang memberitakan Injil ke seluruh dunia supaya panen, yaitu –orang-orang yang diselamatkan– dapat dikumpulkan ke dalam Kerajaan Allah.

Jadi dalam perumpamaan “gandum dan lalang” (Matius 13:24-30), gandum itu menunjuk kepada orang-orang percaya yang sudah diselamatkan, dan lalang itu menunjuk kepada orang-orang yang tampak luar seperti gandum tetapi sebetulnya belum pernah diselamatkan. Dan ketika perumpamaan itu berlanjut, orang-orang percaya yang sejati juga disebut sebagai para “pembawa pesan” (penuai) yang mengumpulkan hasil panen gandum pada akhir zaman (final harvest).

Dan di Matius 12:30 Yesus berkata:

“Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.”

Bukti-Bukti External

Ada banyak bukti-bukti external, yaitu fakta-fakta diluar Alkitab yang memperlihatkan bahwa Alkitab adalah sumber informasi yang dapat dipercaya.

Bukti-Bukti Ilmiah

Belum ada bukti-bukti ilmiah yang dapat menyatakan kesalahan pernyataan-pernyataan apapun yang ada di dalam Alkitab. Walaupun ada banyak orang yang mengatakan, “Alkitab adalah bukan buku ilmiah, tetapi itu ditulis untuk memberikan pandangan mengenai keagamaan atau kerohanian.” Walaupun begitu seluruh isi Alkitab adalah mutlak dapat dipercaya dalam hal ilmiah maupun rohani.

Ketepatan catatan dari benda-benda, peristiwa-peristiwa, orang-orang dan tempat-tempat didalam Alkitab memperlihatkan integritas Tuhan. Tuhan telah memberikan pernyataan-pernyataan yang harus diterima secara utuh dimana hal ini memperlihatkan kemampuan Tuhan untuk menjaga ketepatan isi Alkitab selama berabad-abad. Kita tidak akan bisa melampaui batas kepercayaan akan ketepatan pernyataan-pernyataan tentang dunia ini seperti yang tertulis didalam Alkitab karena hal itu menunjukkan bahwa Tuhan-lah yang mengarang Alkitab.

Bukti-bukti Geography

Sementara Alkitab tidak ditulis untuk mengajarkan prinsip-prinsip ilmu alam akan tetapi setiap topik yang membicarakan ciptaan Tuhan didalam Alkitab adalah sangat benar dan akurat. Dalam satu hal Alkitab menyatakan secara benar di Ayub 26:7 bahwa bumi berbentuk bulat, dan pernyataan ini ditulis kira-kira 3000 tahun sebelum Masehi. Deskripsi yang tepat mengenai bentuk bumi ini begitu berlawanan dengan pendapat atau kepercayaan kebanyakan orang yang hidup pada masa itu dimana mereka percaya bahwa bumi ini berbentuk datar. Dan Yesaya 40:22 juga menyatakan hal yang sama bahwa Tuhan bertakhta di atas “bulatan bumi”. Pernyataan di Yesaya 40:22 adalah pararel dengan pernyataan di Ayub 26:7 yang menyatakan telah menyebutkan bentuk bumi dengan benar, dan kebenaran-kebenaran seperti itulah yang selalu kita dapatkan dari Alkitab. Lagipula siapakah yang lebih mengetahui daripada sang Pencipta sendiri tentang bagaimana alam semesta ini dibuat?

Bukti-bukti Arkeologi

Salinan yang tertua dari puisi-puisi atau karangan-karangan Yunani adalah 800 sampai 1000 tahun lebih baru daripada tulisan yang aslinya. Tapi, tidak ada ilmuwan yang akan menerima pernyataan bahwa tulisan-tulisan Yunani ini telah menyeleweng dari tulisan yang aslinya dan seharusnya dibuang. Tetapi salinan tertua dari kitab-kitab Perjanjian Lama hanyalah 200 tahun lebih baru dari tulisan aslinya. Dan salinan tertua dari kitab-kitab Perjanjian Baru tertanggal 50 sampai 80 tahun setelah tulisan aslinya. Dari dasar informasi ini, Alkitab seharusnya dipercayai paling tidak seperti tulisan-tulisan Yunani lainnya, yang sampai sekarang masih sangat dipercaya.

Penemuan-penemuan arkeologi banyak yang memperkuat bukti integritas dari Alkitab yang menyebabkan para arkeolog yang dulunya melecehkan Alkitab menjadi berbalik dari menentang menjadi percaya kepada Alkitab. Selama berabad-abad ada banyak orang-orang yang meragukan kebenaran Alkitab karena Alkitab menyebutkan begitu banyak nama bangsa-bangsa kuno yang telah lama menghilang. Contohnya di Kejadian 15:20 Alkitab menyebutkan tentang suku bangsa Het. Dan ternyata beberapa ratus tahun yang lalu para arkeolog menemukan reruntuhan sebuah kota yang terletak di Turki, yaitu disebelah Utara dari tanah Israel, yang ternyata adalah reruntuhan dari kota utama bangsa Het.

Dalam kasih karunia Tuhan, pada sekitar tahun 1950 ditemukan gulungan-gulungan kitab di sebuah gua yang bernama Qumran didekat Laut Mati. Hebatnya karena kondisi gua yang sangat-sangat kering gulungan-gulungan kitab ini berada dalam taraf yang baik dan tidak mengalami kehancuran, kitab-kitab ini dapat dibuka dan dibaca. Penemuan yang paling menakjubkan adalah salinan dari kitab Yesaya. Menurut uji carbon 14, penanggalannya adalah 100 tahun sebelum Masehi, itu adalah 1000 tahun lebih awal daripada salinan yang dipergunakan sebelumnya. Selisihnya hanya sekitar 600 tahun dari teks yang aslinya. Dan para ahli menemukan kalau ini adalah identik dengan tulisan Yahudi (Ibrani) yang digunakan untuk menterjemahkan alkitab King James yang diterbitkan pada tahun 1611. Jadi, gulungan-gulungan kitab ini menolong untuk membuktikan fakta bahwa kita sesungguhnya mempunyai Injil sejati yang asli.

Bukti-bukti Sejarah

Alkitab juga berbicara mengenai kejadian-kejadian jauh dari sebelum hal itu terjadi. Nabi Yesaya pernah berbicara mengenai seorang raja Persia yang bernama Koresh (Yesaya 45:1) dimana dinubuatkan bahwa dia-lah yang akan membangun kembali bangsa Yehuda. Persia adalah sebuah kerajaan besar yang terletak disekitar negara Iran. Yesaya menulis nubuat ini pada masa pemerintahan raja Hizkia yang meninggal pada tahun 687 sebelum Masehi. Dan Koresh tidak mulai memerintah sebagai raja sampai tahun 600 sebelum Masehi, ini adalah lebih dari 80 tahun setelah nubuat itu ditulis. Hanya Tuhan saja yang dapat mengetahui nama dari raja Persia sebelum dia naik ke atas tahta.

Kemudian Alktiab mempunyai banyak nubuat-nubuat mengenai Yesus Kristus yang ditulis 1000 tahun sebelum Dia dilahirkan. Hal ini mungkin sedikit tersembunyi yang hanya terlihat bila kita memperhatikan setiap kata dengan teliti, tetapi sebetulnya setiap kitab-kitab dalam Perjanjian Lama dengan jelas menunjuk kepada Yesus. Contohnya, perhatikanlah dengan sangat teliti nubuat-nubuat yang ditulis dalam Mazmur 22, Yesaya 53 dan Mikha 5:2.

Melihat fakta-fakta bersejarah ini, kita dihadapkan hanya kepada dua kemungkinan. Apakah Alkitab itu dikarang oleh Dia yang tidak mempunyai batas waktu, atau itu hanyalah sebuah lelucon yang ditulis oleh seseorang setelah kejadian itu terjadi untuk membuat Alkitab kelihatan hebat. Pilihan yang benar adalah: Alkitab merupakan satu-satunya firman Tuhan yang sejati.

Bukti Dari Pengalaman Pribadi

Salah satu sumber lain dari kebenaran Alkitab adalah pengalaman pribadi dari mereka-mereka yang sudah dirubah hidupnya oleh Alkitab. Ada perubahan yang besar dan nyata didalam hidup orang-orang yang percaya kepada Kristus dan berjalan menurut firman-Nya, yaitu Alkitab. Dalam kata lain Alkitab sanggup melakukan kepada orang-orang yang percaya janji-janji yang terkandung didalamnya.

Alkitab menjanjikan pembebasan dari hari pengadilan terakhir dan memberikan kepastian tidak akan adanya hukuman bagi orang-orang yang percaya (Yohanes 5:24, Roma 8:1,16, 1 Yohanes 4:18). Alkitab menjanjikan orang-orang yang percaya akan dibersihkan secara rohani (Mazmur 119:9,11, Yohanes 15:3). Alkitab menjanjikan kebebasan dari perbudakan dosa dan kemenangan total (Yohanes 8:34-36, Roma 6:18, Kolose 3:1-2). Alkitab memberikan arti dan tujuan dari hidup ini (1 Petrus 2:9).

Semua hal-hal ini adalah bagian dari pengalaman pribadi orang-orang yang percaya. Orang-orang yang percaya mengalami hidup yang baru yang menjadi bukti bahwa mereka tidak lagi dipenuhi dengan kepahitan atau penyesalan tentang masa lalu mereka ketika mereka mengetahui pengampunan Tuhan (Ibrani 10:16-17). Bahkan orang-orang yang percaya berani berkorban untuk sesamanya manusia karena mereka mengetahui bahwa mereka selalu dapat bergantung kepada Tuhan. Seseorang yang percaya kepada Alkitab mempunyai pengalaman rohani pribadi yang mengetahui dengan pasti bahwa Alkitab adalah bukan sekedar tulisan-tulisan puisi biasa, tetapi itu adalah firman Tuhan yang bersaksi jauh kedalam hati mereka.

Kesaksian Alkitab

Alkitab sendiri bersaksi bahwa ia berasal dari Tuhan. Misalnya di 2 Samuel 23:2 Daud, yang menulis banyak bagian dari kitab Mazmur, menyatakan bahwa apa yang ditulisnya berasal dari Tuhan. Nabi Yeremia menyatakan hal yang sama (Yeremia 1:4), juga rasul Paulus (1 Tesalonika 2:13). Dan di 2 Petrus 3:16 rasul Petrus menyatakan bahwa tulisan-tulisan Paulus adalah bagian Kitab Suci (scriptures). Yesus sendiri membuat banyak pernyataan-pernyataan bahwa Alkitab mutlak dapat dipercaya (Lukas 16:17, 24:44, Yohanes 17:17). Dan Yesus seringkali menggunakan kisah-kisah dari Perjanjian Lama sebagai peristiwa-peristiwa yang nyata (Lukas 11:51, 17:26-33).

Kesatuan Alkitab

Alkitab terdiri dari 66 buku yang ditulis selama periode waktu lebih dari 1500 tahun, dari zaman Musa (1400 Sebelum Masehi) sampai zaman rasul Yohanes (kira-kira 100 Masehi). Jumlah penulisnya sedikitnya ada 40 orang. Beberapa dari pengarangnya hidup terpisah 600 mil jauhnya, dan kebanyakan dari mereka tidak mengenal satu sama lain. Tetapi kata-kata yang tertulis di dalam Alkitab mempunyai pesan yang sama, dan mempunyai satu kesatuan yang sempurna secara keseluruhan.

Satu-satunya alasan kenapa bisa terjadi seperti itu karena Tuhan-lah yang mengarang Alkitab. Tuhan menggunakan orang-orang ini untuk menulis apa yang Ia ingin tuliskan kepada umat manusia. Setiap kata dan setiap huruf didalam aslinya (Ibrani untuk Perjanjian Lama dan Yunani untuk Perjanjian Baru) adalah tepat seperti apa yang Tuhan ingin sampaikan kepada umat manusia. Para penulis ini hidup dan mati di zaman yang berbeda-beda, tetapi Tu493 yang sama yang hidup selama-lamanya yang memberitahukan kepada orang-orang ini apa yang harus mereka tulis. Untuk alasan ini, kita bisa selalu bisa membandingkan bagian-bagian yang berbeda dari Alkitab dan menemukan bahwa mereka adalah saling melengkapi, saling menjelaskan, dan sangat konsisten satu dengan yang lainnya (1 Korintus 2:13). Kita dapat membaca bagian yang mana saja dari Alkitab dan menemukan firman Tuhan disana.

Isi Alkitab

Hal yang paling menakjubkan yang dapat kita temukan didalam Alkitab adalah hal-hal yang dibicarakan didalamnya. Ada hal-hal di dalam Alkitab yang kita ketahui bahwa hanya Tuhan saja yang dapat menulis pernyataan-pernyataan yang seperti itu. Misalnya Alkitab menyatakan di Yohanes 10:30 Yesus berkata bahwa Ia adalah Allah. Di Yohanes 20:28 seorang murid menyatakan bahwa Yesus adalah Allah. Dan di Ibrani 1:8 Bapa menyatakan bahwa Yesus adalah Allah. Kesimpulan terakhir dari kesaksian-kesaksian ini adalah apakah Alkitab itu gila atau itu adalah benar-benar berisikan firman-firman Tuhan.

Contoh lain yang penting adalah bahwa Alkitab membicarakan masalah dosa (1 Yohanes 3:14). Tidak ada orang lain yang mempunyai keberanian untuk menuliskan kenyataan-kenyataan hidup manusia seperti yang tertulis didalam Alkitab. Alkitab memberikan gambaran yang menyeramkan dari upah dosa. Alkitab menyinggung kita, dan kita tidak selalu menyukai apa kita baca didalamnya. Ini menerangkan mengapa kita sulit untuk mempercayai Alkitab.

Masalahnya adalah bukan bukti kebenarannya melainkan hati kita. Siapa yang ingin mengetahui bahwa sebenarnya dia sedang berada didalam bahaya, seorang penjahat, seorang pendosa yang busuk dan buruk? Siapa yang akan bersuka-cita sewaktu dia diberitahu bahwa dia sedang berjalan menuju ke neraka, dimana dia akan menderita selamanya dibawah murka Tuhan? Siapa yang menyambut pengetahuan bahwa tidak ada kebaikan apapun sama sekali didalam dirinya dan sebenarnya dia sedang berada didalam pemberontakan melawan Tuhan yang telah menciptakannya?

Hanya Tuhan saja yang dapat berkata jujur kepada kita karena hanya Dia saja yang mengetahui kebenaran. Hanya Tuhan yang mau berterus-terang kepada kita untuk menyatakan kasih-Nya. Kasih sejati tidak dinyatakan dengan kata-kata yang mencoba untuk membuat kita merasa enak dan nyaman dengan cara menyanjung, tapi meninggalkan kita didalam kesusahan karena mereka tidak mempunyai pengharapan yang nyata. Kasih yang sejati dinyatakan dalam kebenaran, karena itu adalah satu-satunya hal yang dapat menyelamatkan kita.

Kejujuran Alkitab tentang manusia tidak menarik, tetapi Alkitab berisi kata-kata dari seorang teman sejati. Tuhan mengetahui bahwa kita sedang berjalan dipinggir jurang, dan siap untuk jatuh ke dalam neraka. Dia memberitahu persisnya apa yang kita butuhkan untuk menghindari kemalangan ini. Walaupun Alkitab tidak akan tampil sebagai salah satu dari sepuluh buku paling populer tahun ini, tapi hanya Alkitab yang dapat memberikan janji-janji seperti yang Yesus katakan di Matius 11:28-30:

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.”

Pesan-pesan Alkitab

Ada satu hal terakhir yang harus kita pertimbangkan untuk menilai kebenaran Alkitab. Kebanyakan orang percaya akan adanya Tuhan. Tapi jika Tuhan itu memang Tuhan, berarti Dia berkata-kata dengan kuasa yang mutlak dan kita harus berserah kepada perintah-perintah-Nya. Dengan kata lain, apa yang kita pikirkan tentang firman-Nya dan bagaimana kita bereaksi terhadapnya, mengambarkan pikiran kita tentang Tuhan. Kita tidak dapat memisahkan Tuhan dan Alkitab-Nya. Kita tidak harus percaya kepada Alkitab, tetapi kita akan menghadapi akibatnya. Kalau seseorang tidak percaya kepada Tuhan yang membuat Alkitab maka dia akan bertingkah-laku menurut jalan pikirannya itu, dan kepahitan serta kehidupan yang egois itulah yang mereka akan tuai tepat seperti yang Alkitab katakan. Ini adalah bukti yang mengerikan. Dan mereka juga harus menghadap murka Tuhan yang akan mengejar mereka sampai diluar batas liang kubur dan mereka akan dibangkitkan kembali untuk dihakimi oleh sang Hakim (Yesus Kristus adalah firman Tuhan) pada hari penghakiman terakhir seperti yang dikatakan Alkitab

Mempertanyakan tentang kebenaran Alkitab adalah hal yang baik, dan Alkitab mampu untuk melewati pemeriksaan-pemeriksaan yang ada dan menjawab semua pertanyaan yang ada dan dapat menghapuskan keragu-raguan kita. Yakobus 1:6 menyatakan bahwa kita tidak perlu ragu-ragu untuk meminta kepada Tuhan supaya kita mempercayai firman-Nya dan meminta kebijaksanaan untuk mendapatkan hadiah yang terbaik yang bisa kita dapatkan dari Alkitab. Tetapi, untuk mempelajari Alkitab adalah sesuatu yang suci. Hanya kalau kita menghampiri Alkitab dengan rendah hati dan pikiran yang terbuka untuk kebenaran maka kita akan bisa menemukan jawaban-jawaban yang kita perlukan. Dan kita dapat berdoa, “Ya Tuhan saya tidak tahu apa-apa, ajarkanlah saya.”

“firman-Mu adalah kebenaran.”
(Yohanes 17:17)

Sumber: http://www.familyradio.com

Alkitab dan Kartu Remi

Posted: 23 November 2011 in Alkitab

Ini kisah tentang seorang prajurit di kawasan Afrika Utara saat Perang Dunia II. Setelah pertempuran dahsyat, mereka kembali ke perkemahan. Keesokan hari, pada hari Minggu, pendeta mengadakan kebaktian. Para prajurit diminta mengeluarkan Alkitab dan buku doa mereka.

Pendeta itu melihat salah seorang prajurit malah asyik memperhatikan setumpuk kartu. Setelah kebaktian, ia mengajak prajurit itu menemui komandannya.

Pendeta itu pun menjelaskan apa yang sudah dilihatnya. Sang komandan mengatakan kepada prajurit muda itu bahwa ia akan dihukum kalau tidak dapat memberikan penjelasan yang memuaskan.

Prajurit muda itu menceritakan bahwa selama bertempur, ia tidak memiliki Alkitab atau buku doa, sehingga ia menggunakan setumpuk kartu. Ia menjelaskan :

“Pak, kalau saya melihat kartu “As”, saya diingatkan bahwa hanya ada satu “Allah” dan tidak ada yang lain.

Kalau saya melihat kartu “2”, saya diingatkan ada dua bagian Alkitab, “Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru”.

Kartu “3” menyatakan tentang Allah Tritunggal: “Bapa, Anak dan Roh Kudus”.

Kartu “4” mengingatkan saya pada empat Injil : “Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes”.

Kalau melihat kartu “5”, saya teringat pada “Lima gadis yang bijaksana dan yang bodoh”.

Kartu “6” membuat saya teringat bahwa “Allah menciptakan bumi selama enam hari, dan mengatakan bahwa itu baik”.

Kalau melihat kartu “7”, saya teringat bahwa “Allah beristirahat pada hari ketujuh”.

Ketika melihat kartu “8”, kartu itu menunjukkan bahwa “Allah membinasakan seluruh kehidupan dengan air bah, kecuali delapan orang, Nuh, istrinya, tiga anak laki-lakinya dan tiga menantunya”.

Ketika melihat kartu “9”, saya teringat pada “sembilan penderita kusta yang Tuhan sembuhkan. Sebenarnya ada sepuluh penderita kusta, namun hanya satu yang kembali untuk berterima kasih kepadaNya”.

Kartu “10” mengingatkan saya pada “Sepuluh Perintah Allah yang dituliskan pada loh batu oleh tangan Allah sendiri”.

Kartu “Jack” membuat saya teringat pada “penguasa kegelapan, seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya”.

Kartu “Ratu” mengingatkan saya pada “perawan Maria yang berbahagia, Ibu Yesus”.

Dan ketika melihat kartu terakhir “Raja”, saya diingatkan bahwa “YESUS adalah TUAN DI ATAS SEGALA TUAN dan RAJA ATAS SEGALA RAJA”.”

 

“Kitab Hukum Musa”

Posted: 16 November 2011 in Alkitab

Kitab Taurat pada umumnya disebut “Kitab Hukum Musa”
tetapi sebenarnya yang lebih tepat adalah kitab hukum
Tuhan. Jika Musa adalah penulis satu-satunya dan pemikir
asli sistem agama dan masyarakat pada waktu itu (belum
lagi menyebutkan beberapa wahyu tentang karya kreatif dan
penebusan yang Tuhan lakukan), maka Musa adalah seorang
yang abadi: seorang manusia biasa tidak akan mampu membuat
satu karya seperti itu. Sebagai perbandingan, perhatikan
dokumen agama berikut ini:

1. Zend-Avesta, oleh Zoroaster, kira-kira 1200 SM, buku
suci orang Media dan Persia untuk menghidupkan kembali
agama kuno orang Majus.

2. Empat Weda, empat buku suci orang-orang Hindu, atau
Manawa Dharma Sastra, yang ditulis oleh Manu, anak
laki-laki Brahma, dan berisi hukum sipil dan agama
masyarakat India, ditulis kira-kira pada tahun 1100 SM.

3. Wu Jing atau Lima Sutra, buku suci orang Tiongkok kuno,
ditulis oleh Konfusius kira-kira pada tahun 1100 SM.

4. Tripitaka, ditulis oleh Gautama, pendiri agama Buddha
kira-kira pada tahun 600 SM.

5. Al-Qur’an, ditulis oleh pengikut Muhammad kira-kira
pada tahun 600 M.

6. Edda Puisi dan Edda Prosa, dua hukum agama yang berisi
mitologi dan tradisi orang Skandinavia, ditulis
kira-kira pada tahun 1100-1200 M.

Semua buku tersebut ditulis kira-kira 500 hingga 2400
tahun setelah Musa, dan beberapa di antaranya sebagian
berisi kutipan dari Perjanjian Lama dan Baru, Talmud
(komentari Yahudi tentang Perjanjian Lama), dan Injil
Barnabas. Buku-buku lainnya berisi kata-kata bijak dari
orang-orang bijak yang menghasilkan karya tertentu; etika,
politik, dan aspirasi moral tertentu dari orang-orang
tersebut; demikian pula dengan tradisi kuno, mitologi dan
dongeng-dongeng fantastis tentang dewa-dewi mitologi,
peperangan mereka, dll..

Buku-buku suci tentang berhala itu menyatakan beberapa ide
yang salah dan tentang takhayul yang hanya merupakan
pikiran manusia. Meskipun ungkapan-ungkapan positif mereka
telah menolong dalam kehidupan sosial beberapa masyarakat
pada masa lalu, hanya ada sedikit ungkapan yang mengarah
pada kebenaran, dan tidak ada yang memberi pengertian yang
benar tentang kebenaran dan Allah yang hidup. Sungguh
berbeda dari kelima kitab pertama Perjanjian Lama dan
bagian-bagian lain di dalam Alkitab, yang memancarkan
kebenaran seperti matahari, dibandingkan dengan cahaya
karya-karya lain!

Dalam Taurat, Tuhan adalah Raja yang tertinggi dan
satu-satunya. Imam adalah hamba-Nya, diatur oleh hukum
pewaris penguasa bumi atau kekuatan sekuler. Penguasa
Israel adalah wakil pengawas Tuhan, yang wajib memerintah
sesuai hukum-Nya yang tidak akan pernah berubah,
ditambahi, atau ditarik kembali. Despotisme (kediktatoran)
dan ahli-ahli sihir yang terdapat dalam tulisan lain yang
menyebut dirinya tulisan suci tidak akan mungkin dapat
dilakukan di tempat hukum Taurat berlaku. Ritual-ritual
dan upacara-upacara yang berdasarkan Taurat tersebut
terhormat dan mengagumkan, bebas dari misteri, ramalan,
ilmu gaib, sihir, pemikatan, tanda gaib, dan
praktik-praktik yang keji dan tidak bermoral, yang
menjadikan ritual penyembahan berhala tersebut dibenci
oleh Tuhan.

Upacara-upacara dalam Taurat menunjukkan kekudusan Tuhan,
keberdosaan manusia, perlunya pertobatan, dan janji
Pencipta untuk mengangkat manusia yang telah jatuh ke
keadaan moral yang baru. Penghukuman yang ada dalam kelima
kitab tersebut adalah adil, dan upah yang diberikan
menimbulkan ketaatan yang dipenuhi syukur — bukti dari
orang-orang yang mengasihi Tuhan dengan seluruh hati,
jiwa, dan kekuatan (Ulangan 6:5). (t/Ratri, KN)

(Tulisan di atas, yang diambil dari buku “The Dake
Annotated Reference Bible” halaman 82 dan 51, merupakan
pandangan Dake terhadap bukti bahwa Musalah yang menulis
kitab Taurat — Kejadian sampai Ulangan.)

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Nama situs: Dake Publishing
Penulis: Finis Jennings Dake
Alamat URL: http://www.dake.com/dake/mosaic.html

 

(1) Kitab Taurat ditulis oleh seorang Ibrani yang
berbicara bahasa Ibrani dan Musa memenuhi
persyaratan ini.

(2) Kitab ini ditulis oleh seorang Ibrani yang mengenal
baik budaya Mesir dan Arabia, termasuk
kebiasaan-kebiasaan dan pengetahuan mereka.
Mengingat ilmu pengetahuan bangsa Mesir
disembunyikan secara saksama dari orang luar, dan
hanya diajarkan kepada para pendeta dan keluarga
kerajaan, Musa adalah satu-satunya orang Ibrani yang
diketahui memenuhi persyaratan ini (Kisah 7:22;
Ibrani 11:23-29).

(3) Kesamaan gaya di antara kelima buku membuktikan
adanya satu orang penulis.

(4) Musa sendiri tampak jelas mengakui bahwa ia
yang menulis hukum tersebut (Keluaran 24:4;
Bilangan 33:2; Ulangan 31:9,22).

Jika konsisten terhadap tuntutan membuktikan keaslian
kepenulisan Kitab Kejadian, perlakuan yang sama juga harus
dikenakan pada seluruh 5 kitab pertama Taurat (Pentateukh)
— yaitu kitab-kitab pertama dalam Alkitab, yang disebut
“Kitab Hukum” oleh orang-orang Yahudi. Kitab-kitab ini
merupakan fondasi teokrasi Ibrani. Kata “Pentateukh”
berarti “lima”; lima buku yang sebenarnya merupakan satu
kesatuan tulisan. Pemisahan menjadi lima kitab dilakukan
oleh para penerjemah Septuaginta dari Aleksandria, yang
akhirnya menyebut kelima kitab itu “Pentateukh”.

Dari semua tulisan zaman kuno, kitab Taurat ini termasuk
yang paling terkenal. Berbagai keterangan yang termuat di
dalamnya menjadikan kitab ini penting untuk memahami
rencana Tuhan bagi manusia. Kitab ini merupakan dasar
pewahyuan yang Tuhan berikan kepada manusia. Kitab yang
menjelaskan asal-usul segala sesuatu, hukum-hukumnya,
geografi, kronologi, sejarah, dan agama, yang membuktikan
bahwa kitab ini adalah hasil karya ilahi yang penting
untuk pembelajaran, dan seharusnya sungguh-sungguh
diterima oleh seluruh umat manusia.

 


1. Allah menyuruh Musa menulis sebuah kitab (Keluaran
17:14; 34:27).

2. Musa menulis sebuah kitab (Keluaran 24:4-7; Bilangan
33:2; Ulangan 31:9).

3. Ia menamai kitab itu “kitab perjanjian” (Keluaran
24:7), “hukum Taurat” (Ulangan 28:58; 31:9, 24), “kitab
Taurat” (Ulangan 28:61; 30:10; 31:26). Kitab itu
meliputi seluruh Taurat yang oleh orang Yahudi dianggap
satu kesatuan kitab dengan lima bagian.

4. Salinan kitab Taurat Musa dibuat untuk raja-raja
(Ulangan 17:18-20).

5. Allah mengatakan bahwa Musa yang menulis kitab Taurat
dan Ia memerintahkan Yosua untuk menjadikannya sebagai
pedoman hidup (Yosua 8:30-35; 1:8).

6. Yosua menerima Taurat itu sebagai kitab yang ditulis
dan disalin oleh Musa di dua gunung. Ada kemungkinan,
Yosua menambahkan pasal terakhir, yaitu tentang
kematian Musa (Ulangan 34), ke dalam kitab itu
(Yosua 24:26).

7. Yosua memerintahkan seluruh Israel untuk mematuhi
“kitab hukum Musa” (Yosua 23:6).

8. Pada zaman raja-raja kitab itu merupakan hukum:

(1) Daud mengakuinya (1 Tawarikh 16:40).

(2) Salomo diperintahkan oleh Daud untuk tetap
mengikutinya (1 Raja-raja 2:3).

(3) Kitab itu ditemukan dan dipatuhi oleh Raja Yosia dan
Israel (2 Raja-raja 22:8-23:25; 2 Tawarikh
34:14-35:18).

(4) Yosafat mengajarkannya ke seluruh Israel (2 Tawarikh
17:1-9).

(5) Yoas mematuhinya (2 Raja-raja 12:2; 2 Tawarikh
23:11,18).

(6) Amazia mematuhinya (2 Raja-raja 14:3-6; 2 Tawarikh
25:4).

(7) Hizkia mematuhinya (2 Tawarikh 30:1-18).

9. Para nabi menyebutnya hukum Tuhan yang ditulis oleh
Musa (Daniel 9:11; Maleakhi 4:4).

10. Ezra dan Nehemia menganggap kitab Taurat berasal dari
Musa (Ezra 3:2; 6:18; 7:6; Nehemia 1:7-9; 8:1,14;
9:14; 10:28-29; 13:1).

11. Kristus menyebut seluruh kitab Taurat dengan acuan
kepada Musa (Lukas 24:27,44 dengan Kejadian 3:15;
Kejadian 12:1-3; Markus 12:26 dengan Keluaran 3; dan
Markus 7:10 dengan Keluaran 20:12; Keluaran 21:17.
Lihat pula 1:17; Yohanes 5:46; Yohanes 7:19,23).

12. Para rasul menyebut kitab Taurat dengan acuan kepada
Musa (Kisah Para Rasul 13:39; 15:1,5,21; 28:23).

13. Selama lebih dari 3.500 tahun para sarjana Yahudi dan
orang-orang Yahudi awam semua percaya bahwa Musa
menulis kitab Taurat. Orang Yahudi sejak semula
tidak pernah mempertanyakan hal itu.

14. Penulis-penulis non Yahudi, misalnya Tacitus, Juvenal,
Strabo, Longinus, Prophyry, Julian, dan lain-lain
setuju tanpa terkecuali, bahwa Musa yang menulis kitab
Taurat tersebut.

15. Pemimpin agama lain seperti Muhammad dan lain-lain
menyebut kitab Taurat dengan acuan kepada Musa.

Alkitab

Posted: 16 November 2011 in Alkitab

Selama kurang lebih 50 tahun, telah dilaporkan bahwa Alkitab adalah buku yang paling banyak terjual dalam sejarah dunia.

Alkitab ditulis oleh sekitar 40 orang dalam kurun waktu kurang lebih 1600 tahun dari 1500 SM hingga sekitar 100 M. Orang-orang ini menulis karena didorong oleh Roh Kudus (2 Pet. 1:21). Mereka menuliskan kata-kata yang bukan diajarkan oleh kebijakan manusia tetapi oleh Roh Kudus (1 Kor. 2:13).

Alkitab Berbahasa Inggris

  • Terjemahan pertama Alkitab berbahasa Inggris dimulai oleh John Wycliffe dan diselesaikan oleh John Purvey pada tahun 1388 M.
  • Edisi pertama dari Alkitab Amerika kemungkinan diterbitkan sekitar sebelum tahun 1752 M.
  • Alkitab berdasarkan data tahun 1964, telah diterjemahkan – seluruhnya atau sebagian – ke lebih dari 1.200 bahasa dan dialek.
  • Alkitab dibagi ke dalam pasal-pasal oleh Stephen Langton sekitar tahun 1228 M.
  • Perjanjian Lama dibagi ke dalam ayat-ayat oleh R. Nathan dalam tahun 1448 M dan Perjanjian Baru dibagi oleh Robert Stephanus dalam tahun 1551 M.
  • Ada 66 kitab di dalam Alkitab, 39 dalam PL and 27 dalam PB. (Catatan: 3 x 9 = 27).
  • PL memiliki 929 pasal and 23.214 ayat. PB mempunyai 260 pasal dan 7.959 ayat.
  • Dalam PL, kitab terpanjang adalah Mazmur. Kitab terpendek adalah Obaja.
  • Dalam PB, kitab terpanjang adalah Kisah Para Rasul. Terpendek adalah 3 Yohanes.
  • Kata “Allah (God)” muncul 4.379 kali dalam Alkitab berbahasa Inggris. Kata “Tuhan (Lord)” muncul 7.738 kali dalam Alkitab berbahasa Inggris.
  • Kitab Yesaya direferensikan 419 kali di dalam 23 kitab Perjanjian Baru; Mazmur 414 kali dalam 23 kitab; Kejadian 260 kali dalam 21 kitab.

Hal-hal tidak lazim dalam Alkitab

  • Metusalah hidup hingga umur 969 tahun (Kej. 5:27).
  • Anak-anak Allah mengambil istri anak-anak perempuan manusia (Kej. 6:2).
  • Bayi yang tangannya diikat dengan benang kirmizi sebelum ia lahir (Kej. 38:28-29).
  • Perang yang dimenangkan karena ada orang yang mengangkat tangannya (Keluaran 17:11).
  • Manusia diajak berbicara oleh seekor keledai (Bil. 22:28-30).
  • Orang yang memiliki tempat tidur dengan panjang 13.5 kaki dan lebar 6 kaki (Ul. 3:11).
  • Wanita-wanita yang harus mencukur rambutnya dahulu sebelum boleh menikah (Ul. 21:11-13).
  • Matahari tidak bergerak sehari penuh (Yos. 10:13).
  • Suatu tentara yang terdiri dari 700 orang kidal (Hakim-hakim 20:16).
  • Orang yang rambutnya seberat 6 pon ketika dicukur setiap tahun (2 Sam. 14:26).
  • Manusia yang memiliki 12 jari tangan dan 12 jari kaki (2 Sam. 21:20).
  • Seorang ayah yang memiliki delapan puluh delapan anak (2 Taw. 11:21).
  • Matahari beredar mundur (Yesaya 38:8).
  • Perempuan sundal sebagai leluhur dari Kristus (Matt. 1:5).

________________________

Informasi ini diambil dari NASB Open Bible, 1979, halaman 1227-1228 dan Willmington’s Book of Bible Lists.